inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

BUMI Incaran Konsorsium Besar

Headline
inilah.com/subekti
Oleh: M Dindien Ridhotulloh
Jumat, 10 Oktober 2008 | 11:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI) menjadi buruan. Tak hanya dua BUMN yakni ANTM dan PTBA yang tengah menjajaki pembelian BUMI juga sejumlah konsorsium besar seperti Sampoerna, Putra Mas Agung, Tommy Winata hingga Djarum.
Konsorsium PT Aneka Tambang (ANTM) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menjajaki kemungkinan membeli 35% saham PT Bumi Resources (BUMI) dengan menggunakan kas internal.
Riset saham Samuel Sekuritas mengungkapkan, dari perhitungannya total kas dan ekuitas dua emiten pelat merah itu sebesar Rp 7,2 triliun berdasarkan data Juni 2008). Sehingga dengan asumsi harga penawaran saham BUMI sebesar Rp 2.500-2.700 per lembar maka bisa diperoleh 15% saham.
Tak hanya ANTM dan PTBA yang siap memburu BUMI. Dikabarkan konsorsium Sampoerna, Putra Mas Agung, Tommy Winata, dan kelompok Djarum juga siap membeli saham BUMI bahkan siap melakukan hostile takeover dengan membeli saham yang beredar di pasar.
Rumor yang beredar, BUMI ditawarkan dikisaran Rp 2.500-2700. "Berarti EV/reserve BUMI menjadi US$ 4,1-4,4 per ton. Valuasi ini cukup menarik, mengingat kontrak harga batubara versi manajemen BUMI saat ini berada di kisaran US$ 150-155 per ton," paparnya.
Masih dalam risetnya, Samuel menilai hostile takeover atau pencaplokan secara paksa bisa terjadi pada perusahaan komoditas terutama perusahaan penghasil CPO dan batubara, mengingat valuasi harga saat ini yang sudah sangat murah.
Selain itu, kabar terbaru BUMI memperoleh pinjaman lagi sebesar US$ 100 juta dari Credit Suisse untuk memperkuat modal kerja perseroan. "Saat ini BUMI masih disuspen. Bursa Efek Indonesia (BEI) mensyaratkan public expose sebelum membuka kembali perdagangannya," tandas Samuel Sekuritas yang merekomendasikan hold saham BUMI jangka pendek dan beli untuk jangka panjang.
Trimegah Securities menilai langkah yang dilakukan konsorsium ANTM dan PTBA ini lebih strategis dibandingkan buyback masing-masing BUMN tersebut. Bahkan anggota konsorsium dapat ditambah dengan PT Semen Gresik (SMGR) atau PT Timah (TINS) maupun BUMN lainnya dengan bank-bank BUMN sebagai pemberi pinjaman.
"Dengan asumsi 20-30% saham BUMI pada harga Rp 2.500-3.000 per saham, maka total dana yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 9,7-17,5 triliun," ungkap Trimegah yang merekomendasikan buy untuk ANTM dengan target harga Rp 3.300 per lembar.
Sementara Paramitra Sekuritas menilai penjajakan akuisisi sangat tepat di tengah tergencetnya harga saham BUMI. Harga saham induk perusahaan tambang batubara dengan produksi terbesar di Indonesia itu melorot hingga di level Rp 2.175 dari posisi tertingginya di kisaran Rp 8.550. "Untuk ANTM kami merekomendasikan buy on weakness," tandasnya
Sebelumnya Direktur Utama PTBA Sukrisno menyatakan perseroan sedang berdiskusi dengan jajaran manajemen ANTM terkait dengan rencana akuisisi BUMI. Konsorsium BUMN ini masih menyiapkan dana dari kas internal untuk mendukung aksi korporasi itu serta mengkaji jumlah saham yang mungkin untuk diakuisisi.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.