Jumat, 25 Mei 2012 | 17:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
FPKS: GAM Lecehkan Pemerintah
Headline
Mahfudz Siddiq - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Samsul Maarif
web - Jumat, 10 Oktober 2008 | 11:43 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Surat undangan berkop lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang dikirimkan Malik Mahmud membuat Wapres Jusuf Kalla tersinggung. Ketua FPKS Mahfudz Siddiq menilai kekecewaan itu beralasan. Kop GAM dalam surat undangan merupakan bentuk pelecehan terhadap pemerintah.

"Saya kira kekecewaan Pak JK sangat wajar, seharusnya Hasan Tiro harus memperhatikan aspek protokoler yang berlaku. Karena dalam rencana pertemuan itu posisi pak JK selaku Wapres," kata Mahfudz kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (10/10).

Mahfudz juga menegaskan dengan tingginya ritme aktivitas JK sebagai Wapres, seharusnya hal ini bisa dijadikan pertimbangan tersendiri. Selain itu dengan pentingnya pertemuan tersebut bagi kelangsungan kehidupan bernegara yang stabil.

"Jadi ini sangat kami sesalkan, ini bukan saja pelecehan kepada pak JK tapi juga ke pemerintah Indonesia," ujarnya.

Pada kesempatan itu Mahfudz juga menyarankan kepada pemerintah walaupun ada kejadian yang mengecewakan ini tidak membuat surut semangat pemerintah agar tetap komit terhadap perjanjian Helsinki.

Serta berusaha untuk tetap memperbaiki segala kekurangan yang ada dalam perjanjian Helsinki yang ditanda tangani 15 Agustus 2005 lalu.

"Apalagi ini dekat dengan Pemilu dan baru pertama kali partai lokal ikut berpartisipasi, ini akan sangat merugikan," tegas Mahfudz.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.