inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Sebaiknya BEI Tetap Disuspensi

Headline
inilah.com/subekti
Oleh:
Jumat, 10 Oktober 2008 | 11:49 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah melalui otoritas bursa (Bapepam) diminta untuk tetap menghentikan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai dianggap pasar kembali normal.

"Kalau tidak, nasibnya seperti sekarang, yaitu begitu pasar dibuka kemudian ditutup lagi karena indeks kembali merosot," kata Presiden Direktur Center for Bank Crisis, Achmad Deni Daruri, di Jakarta, Jumat (10/10).

Menurut Deni, langkah pemerintah melaksanakan buyback (membeli
kembali) saham secara terbatas harus disikapi dengan hati-hati, sepanjang regulasi tidak diperbaiki akan percuma saja.

Deni mengatakan sepanjang pemerintah tidak memperbaiki regulasi di pasar modal akan percuma saja, sebab kalau pasar dibuka kembali dipastikan harga saham akan rontok kembali.

"Salah satu yang paling utama diperbaiki mengenai transparansi masing-masing emiten, karena hanya itu yang akan membuat pasar secara fundamental menguat dan tidak mudah dipermainkan spekulan," ujarnya.

Indonesia, kata Deni, dapat mencontoh Rusia yang sampai saat ini masih menghentikan perdagangan karena mereka paham betul regulasi yang dikeluarkan belum optimal sehingga kerugian dapat diperkecil.

Apabila BEI dibuka, katanya, maka aksi ambil untung akan terus berlanjut yang akan memicu harga saham turun, spekulan AS akan mengambil untung dari pasar Indonesia untuk dibawa ke negaranya.

Kalaupun akan melaksanakan buy back, tutur Deni, harus dilaksanakan secara sangat selektif dan hanya dilakukan untuk saham-saham yang diterbitkan emiten yang memiliki kinerja keuangan bagus saja.

"Di sini peran pemerintah untuk menerbitkan regulasi agar masing-masing lebih transparan dalam menyampaikan kinerjanya, termasuk aktivitas yang dilaksanakan karena ada indikasi sejumlah emiten juga ikut berperan dalam aksi ambil untung," ujar Deni.

Sebelumnya ia sudah mengingatkan agar pemerintah lebih tegas terhadap antisipasi terjadinya gejolak di pasar saham, upaya yang dilakukan Menko Perekonomian dinilai belum optimal atau belum menyentuh hal mendasar.

"Kalau pemerintah tidak tegas maka yang terjadi pasar kita akan mudah dirusak broker-broker asing terutama AS yang ingin membawa dananya ke luar negeri," ujarnya.

Deni bahkan mencurigai ada dari pihak pemerintah yang 'bermain' dengan kondisi seperti ini, untuk itu dia sekali lagi mendesak pasar saham tetap disuspen menunggu kondisi normal dan perbaikan regulasi di BEI.

Ia mencontohkan soal transparansi yang sudah dilaksanakan emiten bank mengingat selama ini mereka juga dipantau BI selaku regulator.[*L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.