INILAH.COM, Jakarta- Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak jadi membuka sesi perdagangannya siang ini. Pasalnya, para pelaku pasar masih khawatir jatuhnya harga saham jika dipaksakan dibuka.
Hal ini diutarakan Erlangga Hartanto, Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (KPEI) kepada wartawan di Gedung BEI, Jumat (10/10). "Sebaiknya BEI memang tidak membuka sesi II. Karena pada penutupan sesi I, BEI hingga kini belum memberikan alasan yang jelas. Sehingga untuk membuka sesi II dengan ketidakjelasan seperti ini justru bisa membahayakan pasar," ujarnya.
Dia berharap agar BEI dibuka pada Senin (12/10) mendatang. "Karena jika dibuka pada sesi II nanti juga tidak jelas apa alasannya untuk dibuka. "Jadi sebaiknya BEI buka Senin," katanya sekalipun dia mengakui tidak ada pelaku pasar yang menghendaki penutupan ini berlangsung lama.
Dia menghimbau agar semua pihak tetap berada di situasi yang tenang. "Boleh Khawatir tapi tidak boleh takut," tukasnya.
Kenny Soejatman, Head of Reasearch BEI, mengatakan bursa tutup tidak apa-apa dan merupakan hal yang wajar. Karena ini terjadi tidak hanya di Indonesia tapi hampir di negara Asia lainnya juga. "BEI akan dibuka kembali setelah keadaan stabil. Tapi kami berharap minggu depan harus buka," katanya.
Rajiv Lois, broker UBS juga mengatakan sebaiknya memang harus ditutup dalam situasi seperti ini. Dia merasa khawatir dalam situasi ketidakjelasan ini. "Karena para broker dan investor juga merasa tidak mendapatkan kepastian lebih lanjut untuk berinvestasi di pasar modal ini," ujarnya.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !