Minggu, 27 Mei 2012 | 03:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JK: BEI Tenang-tenang Saja Dulu
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/Bayu Suta
Oleh:
web - Jumat, 10 Oktober 2008 | 13:21 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan agar Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka pekan depan agar situasi pasar tenang dulu.

"Bursa tenang-tenang saja dulu sambil menunggu perkembangan," kata Wapres Kalla usai salat Jumat.


Isyarat yang diberikan Wapres Kalla itu sesuai dengan keinginan pasar dan sejumlah analis dengan pertimbangan pasar masih diliputi kepanikan dan kecemasan. Apalagi indeks Dow Jones rontok lebih dari 768 poin dan harga minyak jatuh di bawah US$ 90 per barel.

Sebelumnya, otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa penundaan pembukaan perdagangan saham sesi pertama Jumat ini (10/10) telah dikonsultasikan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sehingga tidak menyalahi keinginan pemerintah.

Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring mengatakan pihaknya tidak mengkhawatirkan jika langkah tersebut akan menimbulkan ketidakpastian bagi pasar, mengingat Menkeu Sri Mulyani sebelumnya telah memastikan bahwa pada perdagangan saham di BEI akan dibuka kembali pada hari ini.

"Saya kira yang paling penting adalah menjaga pasar secara keseluruhan. Langkah ini diambil karena perkembangan yang sangat cepat di bursa global," katanya.

Dia mengatakan pihaknya akan terus berkonsultasi dengan seluruh anggota bursa untuk menyikapi perkembangan terakhir di bursa regional, seperti bursa Jepang dan Hongkong yang akan segera menutup sesi pertama.

"Sebelum pembukaan sesi kedua nanti, kita akan memberikan pengumuman," ujarnya.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani memastikan pemerintah dan BI mendukung Bursa Efek Indonesia untuk kembali melakukan perdagangan pada Jumat ini setelah ditutup pada pertengahan sesi pertama perdagangan Rabu (8/10).

Pada saat itu, Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke level 1.451,669, atau level terendah sejak September 2006.

Pada penutupan perdagangan Kamis atau Jumat pagi, Indeks Dow Jones di Bursa Saham New York (NYSE) anjlok 678,91 poin menjadi 8.579,19 poin atau merupakan level terendah sejak 2003.

Penurunan dipicu antara lain penurunan harga saham General Motors sebesar 33% menjadi 4,76 dolar AS per saham.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.