INILAH.COM, Jakarta - Keputusan pemerintah melantik Thaib Armyin-Abdul Ghani Kasuba sebagai Gubernur Maluku Utara dinilai sebagai langkah keliru. Kepada masyarakat Malut yang merasa dikecewakan, aktivis hukum Eggy Sudjana mengajak mereka mengepung Istana Presiden pada 10 November mendatang.
Ajakan itu dilontarkan Eggy di hadapan peserta diskusi bertema 'Membedah Kejahatan Pemerintah Terhadap Konstitusi dan Demokrasi dalam Penetapan Pilkada Malut' di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta, Jumat (10/10).
"Diskusi ini nothing, jika tidak ada pergerakan yang nyata," cetus Eggy yang menjadi salah satu pembicara.
Eggy menyebutkan pengepungan Istana itu akan dilakukan pada 10 November 2008. "Kita Kepung Istana melalui Gersnov (Gerakan 10 November), ini pelajaran sesungguhnya untuk Presiden," imbuh politisi PPP ini.
Menurutnya, keadilan masyarakat Malut terlukai, sebab calon yang menang justru dikalahkan akibat anggota KPU yang sudah dipecat. "Kejadian Maluku Utara merupakan puncak permasalahan pemerintah saat ini."
Selain Eggy hadir juga pembicara lain, mantan cawagub yang berpasangan dengan Abdul Gafur, Abdul Rahim Fabanyo, Wakil Ketua Komisi II DPR Sayuti Asyatri, dan Staf Khusus Presiden Bidang Pertahanan Irvan Eddison.
Eddison mengatakan Pilkada Malut telah didesain. "Ada dua bentuk desain, pertama, Thaib ingin merebut pengaruh Partai Demokrat karena Partai Demokrat merupakan partai pemerintah dan dia ingin berlindung di balik Partai Demokrat. Kedua, mendesain agar buru-buru dilaksanakan Pilkada karena karena kandidat lain belum siap," jelasnya.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !