INILAH.COM, Jakarta - Sekitar 11 BUMN siap melakukan program pembelian kembali (buyback) saham BUMN yang diperdagangkan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai pekan depan.
Langkah itu diambil demi mencegah kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level lebih dalam.
"BUMN utamanya yang memiliki likuiditas siap melakukan program ini," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil, di Jakarta, Sabtu malam (11/10).
Menurut catatan, BUMN yang telah menyatakan siap untuk mengikuti program tersebut yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Jasa Marga, Aneka Tambang, Timah, PGN, Semen Gresik, Tambang Batubara Bukit Asam, Adhi Karya.
Adapun Telkom yang sebelumnya juga telah melakukan program buyback, juga ikut mendukung aksi buyback bersama BUMN lainnya.
"Umumnya sudah menyatakan siap, tetapi ada BUMN yang memang karena kondisi keuangannya tidak harus ikut dalam rencana pemerintah itu," kata Sofyan Djalil.
Ia menjelaskan program ini akan diimplementasikan pada Senin (13/10), setelah melalui serangkaian rapat dan koordinasi dengan Badan Pengawas dan Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Menurut Sofyan, pada Sabtu (11/10) hingga Minggu (12/10) Bapepam-LK masih menerima perusahaan BUMN maupun emiten lainnya untuk ikut program buyback.
Sofyan juga menyatakan bahwa program ini tidak akan mengganggu penyediaan belanja modal (capex) maupun belanja operasional (opex) BUMN.
Ketentuan buyback yang diperlonggar tertuang pada Peraturan Bapepam-LK No. XI.B.3 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar Yang Berpotensi Krisis.
Aturan buyback diperlonggar dari maksimal hanya 10% dari total saham yang beredar menjadi hingga 20% dan tanpa harus menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).[*L2]