INILAH.COM,Jakarta Rencana pengefektifan kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/10) besok mendapat tanggapan positif, terutama dari kalangan investor.Selain dapat menunjukkan konsistensi pemerintah, dibukanya pasar bursa dapat meningkatkan kepercayaan masayarakat.
Hal ini terungkap dari pembicaraan INILAH .COM dengan salah satu pelaku saham, Laksmi Mustika Ningrat. Menurut Laksmi, BEI memang harus dibuka dalam keadaan apapun. "Ini kita bicara soal kepercayaan semua pihak, mengenai bagaimana upaya pemerintah dalam hal ini BEI untuk mengambil kebijakan", kata Laksmi, Minggu (12/10) sore.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa permasalahan yang sedang dihadapi saat ini bukan persoalan fundamental, namun lebih pada dampak dari krisis global itu sendiri."Saya rasa BEI harus tetap dibuka, entah itu nanti nilai Dow Jones makin ambruk menurut saya pemerintah harus konsisten", kata mantan VP Bank Niaga itu.
Selain itu Laksmi juga menilai dampak buruk anjoknya pasar kini sudah hampir menjalar ke sektor riil. Impact pada kepanikan itu sendiri sudah menjalar kepada orang-orang awam yang sebenarnya tidak terlalu berkaitan dengan dampak krisis global ini.
"Itu kan (krisis) yang dampak langsungnya dirasakan sekali oleh orang-orang "diatas", seperti para pelaku ekonomi dan bisnis, seharusnya tidak ada pengaruh dengan sektor riil", tambahnya.
Pekan lalu, pemerintah terkesan serba salah menerapkan suspensi kepada Bursa Efek Indonesia. Sehingga, kalau besok BEI gagal dibuka lagi, maka praktis kredibilitas pemerintah akan turun dimata rakyat. "Kalau buka-tutup kaya gitu kan rakyat jadi bertanya-tanya ada apa ini, dan itu membuat mereka panik sehingga memicu melakukan hal-hal irasional", jelas Laksmi.
Sebuah kepercayaan sangat berharga, untuk itu Laksmi berharap agar pemerintah dan semua pihak tidak mengabaikan hal tersebut. (E2)