Sabtu, 26 Mei 2012 | 10:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Jual BUMI Jalan Terbaik Bakrie'
Headline
ist
Oleh:
web - Minggu, 12 Oktober 2008 | 18:13 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Saat ini, untuk mengatasi masalah di kelompok usaha Bakrie, mungkin penjualan sebagian saham PT Bumi Resources (BUMI) adalah jalan yang terbaik.

"Penjualan BUMI sepertinya merupakan jalan keluar terbaik bagi kelompok Bakrie," kata Erwan Teguh, head of research di CIMB-GK Securities Pte di Jakarta akhir pekan ini.

Erwan melihat bahwa apa yang terjadi di BUMI telah menjadi acuan bagi kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI), yang tercermin dari terjadinya gonjang ganjing lantai bursa ketika masalah mendera perusahaan tambang batubara itu. Apalagi saham-saham kelompok Bakrie menyumbang sekitar sepertiga nilai transaksi harian di lantai bursa.

BUMI mulai mengalami tekanan jual ketika saham ini dijadikan jaminan pinjaman Bakrie & Brothers (BNBR), seperti juga afiliasi Bakrie lainnya seperti PT Energi Mega Persada dan PT Bakrie Sumatera Plantations.

Saham BUMI mencapai level tertingginya pada 12 Juni lalu yang sebesar Rp 8.550 per saham, menjadi perusahaan tambang itu sebagai perusahaan paling bernilai di Indonesia dan selalu tampil sebagai penyumbang nilai dan volume perdagangan tertinggi di lantai bursa.

Namun, setelah itu para pemegang saham harus menanggung rugi hingga US$ 13 miliar setelah harga saham BUMI terus merosot, yang diperkirakan telah jatuh sebesar 75%.

Saham-saham perusahaan kelompok Bakrie disuspensi pada 7 Oktober lalu, sehari sebelum Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara perdagangannya akibat jatuhnya indeks harga saham secara drastis akibat panic selling terkait krisis keuangan yang melanda AS.


Bakrie telah meminta otoritas bursa untuk memperpanjang masa suspensi saham-saham kelompok Bakrie hingga transaksi penjualan saham di sejumlah perusahaan afiliasinya selesai pekan ini.

Bakrie saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan lima pembeli potensial, termasuk Mitsubishi Corp., yang tahun lalu membeli 25% saham di area gas alam Kangean, Jawa Timur, dari PT Energi Mega Persada, perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Bakrie.

BUMI telah melepas 30% sahamnya di tambang batubara di Kalimantan kepada Tata Power Ltd. tahun lalu.

Sementara itu, Avenue Capital Group, perusahaan dana lindung nilai asal AS yang memiliki 25% saham di PT Bakrieland Development, kemungkinan meningkatkan kepemilikannya di perusahaan pengembang itu.


Sejumlah perusahaan di kelompok Bakrie menyatakan akan melakukan pembelian kembali saham sebanyak 20% setelah pemerintah melonggarkan aturan buyback guna mendongkrak kembali kinerja bursa saham domestik yang ambruk.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.