Senin, 21 Mei 2012 | 10:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kontroversi Hari Menggambar Muhammad
Headline
IST
Oleh: Ellyzar Zachra PB
web - Kamis, 20 Mei 2010 | 14:05 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Gerakan untuk menggambar Nabi Muhammad sebagai perayaan kebebasan atau upaya terselubung menghina muslim? Yang jelas penggagas gerakan itu mengaku hidupnya tidak tenang.

Everybody Draw Mohammed Day dijadwalkan digelar 20 Mei pada hari ini dan dimaksudkan sebagai gerakan antisensor. Gerakan yang mengajak untuk menggambar Nabi Muhammad itu, digagas bulan lalu oleh Molly Norris.

Kartunis dari Seattle ini merasa prihatin saat jaringan TV kabel AS, Comedy Central memutuskan untuk menyensor episode South Park yang menggambarkan Nabi Muhammad menggunakan pakaian beruang.

Situs Islam ekstrim, RevolutionMuslim.com kemudian memberi peringatan dengan menyebut kreator South Park, Trey Parker dan Matt Stone bisa bernasib sama dengan pembuat film asal Belanda, Theo Van Gogh yang dibunuh pada 2004 setelah memproduksi film mengenai perlakuan perempuan di masyarakat Islam.

Dalam sebuah interview dengan Fox News, Norris yang telah menjauhkan diri dari masalah itu mengatakan, dirinya bahagia usahanya mendapat sambutan.

Saya berpikir Viacom atau Comedy Central bertindak berlebihan akibat ancaman dari blog kecil atau website yang tidak banyak orang melihat, dan aku menilai sebagai sebuah contoh dari lereng licin aturan sensor, ujarnya kepada Fox.

Sudah lebih 100 ribu pengguna Facebook yang bergabung di halaman Everybody Draw Mohammed Day di Facebook. Di lain pihak, halaman lain yang memprotes tindakan tersebut juga memiliki fans yang tak kalah banyaknya.

Mayoritas Muslim percaya representasi visual dari nabi adalah tidak patut, dan mengalihkan perhatian dari firman Tuhan. Hal itu juga bisa menimbulkan semacam penyembahan individu dan dilarang dalam Islam.

Pada pekan pertama sejak Norris memposting kartunnya, berbagai blog telah mengomel kepadanya. Kelompok advokasi Muslim juga mengambil tindakan.

Norris kemudian memposting permintaan maaf, dan bergabung dengan kelompok pemrotes. Ia diwawancarai media nasional AS dan menjalankan situs untuk mencoba menjauhkan diri dari monster yang diciptakannya.

Namun dia kini tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan monster yang diciptakannya atau bahkan untuk berpaling. Dia menghabiskan hari-harinya berjuang melawan gelombang bergantian kecemasan dan ketenangan, memeriksa Facebook, berjalan kaki, kemudian memeriksa Facebook lagi.

Ketika hari ini tiba, Norris meninggalkan Seattle untuk liburan. "Aku tidak bisa menghadapinya," katanya. "Rasanya seperti menonton sebuah kecelakaan mobil."[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.