INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers (BNBR) telah meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melanjutkan suspensi saham perseroan hingga transaksi yang dilakukan kelompok usaha itu ditutup.
BNBR juga menyarankan suspensi terhadap unit-unit usahanya juga dilanjutkan hingga minimal pekan depan.
"Jika harga saham-saham tersebut mengalami disstress, maka aksi korporasi ini terancam dan bahkan gagal," kata Presdir BNBR Nalinkant Rathod dalam paparan publik perseroan di Wisma Bakrie 2 Jakarta, Senin (13/10).
Dalam langkah akhir pembicaraan dengan berbagai mitra strategis lokal dan internasional, perseroan berharap transaksi besar tersebut dapat ditutup (closing) secepatnya.
Sebelumnya, BNBR telah menjaminkan aset-asetnya di portofolio 10 institusi keuangan internasional dan lokal, di antaranya JPMorgan, ICICI Bank dan Oddick Son Finance.
Langkah itu dilakukan untuk mendapatkan pinjaman jangka pendek dan menengah yang akan jatuh tempo pada waktu yang berbeda, ujar Rathod.
Keputusan manajemen ini diambil pada 9 Oktober 2008 dan telah dikonfirmasikan ke Bapepam-LK dan BEI.
BNBR merasionalisasi aset mereka di PT Bumi Resources (BUMI), PT Energi Mega Persada, PT BakrieLand, PT Bakrie Telecom, dan PT Bakrie Sumatera Plantation kepada perusahaan investor strategis kelas dunia.
Perseroan memutuskan untuk melaksanakan langkah ini untuk melunasi utang sebesar US$ 1,2 miliar.
Menurut Rathod, tujuan aksi korporasi ini untuk melindungi para pemegang saham publik dari perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha Bakrie yang cukup signifikan kontribusinya dari sisi kapitalisasi saham di BEI.
"Perseroan sangat memperhatikan kepentingan para pemegang saham publik dari tekanan dan sentimen negatif dan sama sekali tidak mencerminkan nilai saham yang sesuai dengan fundamental emiten," imbuhnya.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !