inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Revrisond Baswir

Ada Apa Sri Mulyani dan Bakrie?

Headline
Revrisond Baswir
Oleh: Ahmad Munjin
Selasa, 14 Oktober 2008 | 01:22 WIB
INILAH.COM, Jakarta Di tengah kondisi ekonomi yang belum lagi stabil, menyeruak rumor tentang kegigihan Menkeu Sri Mulyani yang mengupayakan dibukanya suspensi terhadap saham grup Bakrie. Ada masalah pribadi atau titipan IMF?

Ekonom UGM Revrisond Baswir mengatakan kegigihan Sri Mulyani mencabut suspensi terhadap saham-saham yang dimiliki Bakrie Group disebabkan karena Plt. Menko Perekonomian itu ingin bermain dengan citra.
Menteri Keuangan yang juga alumni IMF itu ingin mencoba meyakinkan publik bahwa situasi cukup terkendali dengan dibukanya bursa.
"Jangan-jangan itu merupakan saran dari lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank. Sebab, kalau saham-saham itu anjlok, nanti kan perusahaan itu harus diselamatkan. Dan ini merupakan peluang mereka (asing) untuk melakukan pembelian murah-murahan," ujarnya kepada INILAH.COM.

Suspensi dikenakan terhadap 6 saham grup Bakrie awal pekan lalu karena harganya yang jatuh terlalu dalam. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejatuhan pasar bursa mengingat emiten di kelompok Bakrie secara kapital menguasai sekitar 30% bursa.

Pimpinan Bakrie sendiri ingin agar BEI tetap melakukan suspensi terhadap saham-saham kelompok usaha itu hingga semua transaksi dan aksi korporasi tuntas pekan depan.
Alasannya, jika suspensi terhadap saham perusahaan kelompok Bakrie dipaksakan dibuka, dikhawatirkan kerugian investor akan lebih besar lagi karena kondisi pasar belum kondusif.

Berikut ini petikan lengkap wawancaranya.

Apa tanggapan anda terhadap pencabutan suspensi grup Bakrie?
Menurut saya, bursa setelah dibuka itu kecenderungannya akan terus melemah. Dan kalau dilihat daftar perusahaan yang terkena paling serius, atau dalam istilah kita disebut borjuasi nasional, bukan hanya saham Bakrie penyebabnya, tapi juga saham yang lain.

Menkeu Sri Mulyani disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang bersikeras mencabut suspensi group Bakrie? Ada apa ini?
Kalau Sri Mulyani keukeuh buka suspensi saham Bakrie, itu kan sama saja pengen menggorok. Soalnya pencabutan suspensi itu akan menyebabkan saham Bakrie semakin terbenam.
Tapi itu mungkin karena Sri Mulyani ingin bermain dengan citra. Ia mencoba meyakinkan publik bahwa situasi terkendali, bursa dibuka, kemudian ditutup, tutup-buka tutup-buka, dan saham yang disuspensi coba dipaksakan.

Bagaimana dengan rumor bahwa Sri Mulyani ingin menjatuhkan saham Bakrie untuk menguntungkan pesaingnya, Medco?
Ya, itu dia yang saya maksud. Sama saja ingin dia ingin menggorok Bakrie. Dan jangan-jangan bahwa itu merupakan saran dari lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank. Sebab, kalau saham-saham itu anjlok, nanti kan perusahaan itu harus diselamatkan. Dan ini merupakan peluang mereka (asing) untuk melakukan pembelian murah-murahan.

Kenapa hanya saham Bakrie?
Ya, Anda lihat juga kebijakan Buy Back BUMN itu, itu kan artinya BUMN dikorbankan, disuruh menghabiskan likuiditasnya untuk menyelematkan bursa. Dan nantinya kalau BUMN-nya kekurang likuiditas, BUMN-nya dijual juga.

Ada kaitan dengan kedekatan secara pribadi Sri Mulyani-Arifin Panigoro?
Itu soal lain, ini berbicara tidak hanya hubungannnya yang sifatnya tidak hanya nasional lagi, tapi juga internasional. Lebih kepada IMF. Tapi kemungkinan-kemungkinan itu selalu ada, meskipun sifatnya lebih sempit. Tapi, konteks pembukaan suspensi Bakrie lebih kepada apa yang disebut sebagai agenda ekonomi neo-liberal. Itu kaitannya dengan pesanan IMF, World Bank, dan seterusnya.(E2)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.