inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ancaman Gejolak Valas Lebih Bahaya!

Headline
inilah.com/Bayu Suta
Oleh:
Selasa, 14 Oktober 2008 | 13:12 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Ancaman gejolak kurs dinilai bisa lebih berbahaya bagi perekonomian Indonesia ketimbang gejolak pasar saham/modal.

"Saya khawatirkan Indonesia akan kesulitan mendapatkan dolar AS, itu bisa menganggu dunia usaha dan perekonomian kita," kata Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis di Gedung DPR Jakarta, Selasa (14/10).

Emir mengatakan dirinya melihat bahwa Pemerintah AS kekurangan dolar AS sehingga menarik semua persediaan dolar AS dari semua kawasan.

"Ini yang perlu perlu dicatat karena yang lebih saya khawatirkan bukan pasar saham, tapi pasar uang," kata anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP).

Ia menyebutkan, selain menarik semua persediaan dolar AS di semua kawasan, bank-bank internasional juga menutup pemberian pinjaman dalam bentuk dolar AS.

"Yang saya khawatirkan Indonesia juga akan kesulitan dolar AS, itu bisa menganggu dunia usaha kita kan masih banyak pakai bahan baku impor, bahan makanan juga masih impor, kalau dolarnya susah kan jadi repot," ujarnya.

Menurut dia, dengan kondisi seperti itu, tidak tertutup kemungkinan nilai tukar rupiah bisa semakin terpuruk beberapa waktu ke depan.

"Sepertinya ini akan terjadi sekitar dua hingga tiga bulan lagi. Ini yang harus lebih diantisipasi daripada masalah pasar modal," katanya.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.