INILAH.COM, Washington Debat terakhir kandidat Presiden AS, Barack Obama dan John McCain, Rabu (15/10) atau Kamis pagi WIB, digelar. Inilah panggung terakhir kedua calon presiden itu untuk merebut simpati publik.
Tak pelak, isu ekonomi akan tetap menghiasi debat ini, sebagaimana dua debat sebelumnya. Keduanya berusaha menjadi sosok pemimpin kuat di tengah terpaan gelombang krisis ekonomi global.
Duel semakin seru ketika Obama memperluas kepemimpinan ala Partai Demokrat-nya. Ia berkampanye dengan optimistis mengenai prospek yang ia ajukan. Sementara McCain mencari cara untuk membela dirinya ala Partai Republik. Terutama dengan pemilu AS yang akan digelar tiga pekan lagi.
"Tidak mungkin kita menghabiskan empat tahun ke depan seperti delapan tahun ini, yakni menanti keberuntungan akan membuat perbedaan. Sebagai presiden, saya berniat untuk bertindak secara cepat dan tepat," ujar McCain di Pennsylvania, Selasa (14/10) waktu setempat.
Di tempat itulah ia membeberkan semua proposal ekonominya dan memberikan pandangan terhadap strategi debatnya. Dia enegaskan, dirinya akan berbeda dibandingkan Presiden Bush dan akan lebih baik dari Obama.
Sehari sebelumnya di negara bagian Ohio, Obama memberikan garis besar terhadap rencana perekonomiannya dan memamerkan keahliannya. Menurutnya, McCain sama saja dengan pemerintah saat ini. Sebab itulah ia berpendapat Partai Demokrat adalah satu-satunya penyelamat dari kekacauan ekonomi saat ini.
"Kami akan menuju ke arah baru, kepemimpinan yang baru di Washington. Akan ada perubahan yang sebenarnya di kebijakan ekonomi dan politik dibandingkan delapan tahun belakangan ini," ungkap Obama.
Krisis ekonomi telah bertransformasi menjadi konsep kampanye di AS selama beberapa bulan belakangan ini. Obama sedikit banyak telah menjadi pemimpin nasional masa depan di beberapa negara bagian utama. Sementara kebijakan Presiden Bush mulai tidak populer. McCain pun terbebani dengan usaha-usaha untuk bangkit.
Debat yang berlangsung di Hofsrta University di Hempstead, New York ini fokus pada kebijakan ekonomi dan politik. Para kandidat dimoderatori oleh Bob Schieffer, penyiar stasiun CBS. Pada dua debat sebelumnya, kedua capres menggunakannya untuk menegaskan pokok kampanye mereka.
Beberapa kali terlihat keduanya tak mengindahkan pertanyaan, hanya untuk mengungkapkan janji di tengah terjadinya krisis ekonomi ini. Kini, pada debat terakhir ini keduanya akan menjabarkan visi untuk negaranya dan mempromosikan kebijakan ekonomi yang berbeda satu dengan lainnya. Seperti yang sebelumnya, serangan terhadap karakter juga akan kembali terjadi.
Obama makin gencar menuduh McCain 'peragu' dan 'terhuyung-huyung' selama krisis ekonomi. Intinya, ia menuduh McCain tidak siap. McCain pun kerap menuduh Obama terkait dengan William Ayers yang mendirikan grup anti perang yang kasar, Weather Underground. Ayers yang kini seorang profesor di Chicago tampak sering menemui Obama.
Saling serang ini terus terjadi. Namun hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Quinnipiac University menunjukkan Obama memimpin dengan dua digit di negara bagian Wisconsin dan Minnesota. Kandidat Partai Demokrat sebelumnya, John Kerry, juga pernah menang di tempat tersebut empat tahun lalu. Obama juga menang di Michigan, tempat yang ditinggalkan McCain pada awal bulan lalu.
Cawapres McCain, Sarah Palin, juga diutus untuk berkampanye di tempat-tempat pendukung partai ini seperti Indiana, North Carolina, dan Virginia guna meningkatkan dukungan GOP. Namun, dua kali kampanye di Pennsylvania, menunjukkan McCain berusaha untuk menarik simpati dari negara bagian dimana Kerry pernah menang, yang menyediakan 21 electoral votes.
Untuk menang, sebanyak 270 suara lagi dibutuhkan. Strategi McCain kini dipusatkan di Florida, Missouri, North Carolina, Virginia, Indiana, dan Ohio pada kolom GOP. Juga di 21 negara bagian lain dimana Bush pernah menang. Jika McCain mampu, maka ia akan mendapatkan 260 suara.
Sebanyak 10 suara masih ia butuhkan. Maka ia harus kembali meraihnya di Colorado, Nevada, dan New Mexico. Tak ketinggalan, di negara bagian yang dimenangkan Kerry, yakni New Hampshire, Wisconsin, dan Pennsylvania. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !