inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ray Rangkuti: Desk Pemilu Nggak Jelas

Headline
Ray Rangkuti - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Samsul Hidayat
Rabu, 15 Oktober 2008 | 21:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Departemen Dalam Negeri telah membentuk Desk Pemilu 2009 yang dimaksudkan untuk mewadahi tugas-tugas yang tidak dilaksanakan KPU dan Panwaslu. Namun, pembentukan desk pemilu tersebut dinilai tidak mempunyai fungsi yang jelas.

"Kami menolak keras pembentukan Desk Pemilu 2009 bentukan Departemen Dalam Negeri, fantastis untuk sebuah desk yang tak jelas tujuan, kerja, dan fungsinya" kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti dalam siaran pers yang disampaikan kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (15/10).

Seandainyapun Desk Pemilu 2009 harus ada, kata Ray, seharusnya berada di bawah koordinasi Departemen Keuangan, bukan di bawah Depdagri. Dengan begitu, akan terdapat jalinan yang memudahkan penyelenggara pemilu melakukan koordinasi pendanaan pemilu.

Namun, apabila maksud pendirian desk ini guna mewadahi tugas-tugas yang tidak dapat dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu, maka dapat dimaknai pemerintah tidak memiliki kepercayaan kepada penyelenggara pemilu. Sebab, lembaga ini independen dan wajib dijaga independensinya.

"Ini memposisikan penyelenggara pemilu sebagai lembaga yang seolah-olah dapat diintervensi pemerintah. Sikap ini harus ditolak," ujarnya.

Desk Pemilu, dalam pandangannya, cenderung menodai independensi KPU dan memberi kesan adanya keterlibatan pemerintah melalui Depdagri dalam pelaksanaan pemilu. "Kami meminta Presiden untuk segera membatalkan rencana pendirian desk pemilu ini," pungkasnya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.