INILAH.COM, Shanghai - Pengadilan China menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada seorang lelaki Shanghai. Ia melaporkan adanya ancaman bom palsu selama Olimpiade Beijing berlangsung Agustus lalu.
Zeng Weigen melaporkan kepada polisi tiga kali pada malam 9 Agustus atau sehari setelah upacara pembukaan. Ia mengatakan, ada sebuah bom di Hotel Huating, yang menampung para pemain sepakbola Olimpiade saat itu.
Polisi kemudian memeriksa hotel itu sampai larut malam dan menyimpulkan bahwa laporan ancaman itu bohong. Keamanan adalah salah satu prioritas utama Beijing sebagai tuan-rumah penyelenggara Olimpiade, dan penguasa tidak mengabaikan upaya-upaya untuk menjamin mereka bisa melaksanakan tugas tanpa halangan.
Terdapat sedikitnya dua ancaman bom lainnya selama Olimpiade berlangsung. Termasuk ancaman terhadap suatu penerbangan Air China yang dipaksa balik kembali ke Jepang, dan dua kecurigaan paket di Hong Kong yang ternyata juga tipuan. [*/R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !