INILAH.COM, New York Bagai seorang petinju, John McCain telah mengeluarkan seluruh pukulannya. Agitasi dan penuh kemarahan. Tapi, dia gagal memukul KO Barack Obama. Bersiaplah menyambut presiden kulit hitam pertama AS.
Debat calon presiden AS yang ketiga sekaligus yang terakhir kalinya, Rabu (15/10), berlangsung di Universitas Hofsra, Hempstead, New York. Debat antara kandidat Partai Demokrat, Barack Obama dan John McCain dari Republik, berlangsung cukup seru dan menarik.
Sadar bahwa ini panggung terakhir baginya, McCain yang popularitasnya merosot, mencoba mengembalikan asa. Dia melepaskan 'jab, hook, uppercut', menyodok Obama dengan menyerang kebijakan dan (terutama) karakternya. Dia mencoba menciptakan kesan Obama seorang anak sekolahan yang nakal dengan menyerang dari sisi ekonomi, hak aborsi, pelayanan kesehatan, hingga pajak.
Beragam pukulan coba dikeluarkan McCain. Melihat gelagat tak baik dari krisis ekonomi yang dihadapi AS sekarang, McCain mencoba mengambil jarak dengan Presiden George W. Bush. Padahal, siapapun tahu, Bush adalah mentornya. Kebijakan ekonomi yang disodorkannya dalam debat dan kampanye, juga tak jauh beda dengan Bush.
Kali ini, McCain mencoba lari dari citra tersebut. Dia mengaku kecewa dengan pemerintahan Bush. Pasalnya, Bush tak menyetujui usulannya agar mengucurkan anggaran US$ 300 miliar untuk membantu warga yang kesulitan membayar cicilan hipotek rumah kepada bank.
"Senator Obama, saya bukan Presiden Bush. Kalau Anda ingin bertarung dengan Presiden Bush, seharusnya Anda mencalonkan diri empat tahun lalu," kata McCain kepada Obama. Terdengar pijakan berpikirnya mulai keluar dari logika.
Obama tentu tak mau kalah dan membalas McCain. "Jika saya menyalahkan kebijakan Anda mengacu pada kebijakan George Bush, itu karena inti dari isu perekonomian Anda untuk Amerika, seperti kebijakan pajak, kebijakan energi, dalam prioritas belanja, sangat mengacu pada kebijakan Presiden Bush," balas Obama.
McCain berkali-kali menyerang karakter senator Illinois tersebut serta isu-isu dalam negeri AS seperti pajak dan aborsi. Dalam debat yang dimoderatori penyiar CBS, Bob Schieffer, McCain menuduh Obama akan memecah belah rakyat dengan memperjuangkan kenaikan pajak agar 'pembagian kemakmuran jadi merata'.
Obama langsung membantah tuduhan tersebut. Dia bahkan mendukung pengurangan pajak bagi 95% dari seluruh warga Amerika. "Tidak ada yang suka pajak," kata Obama di tengah debat yang berlangsung selama 90 menit. "Namun pada akhirnya kita harus menanggung biaya bagi investasi-investasi pokok yang diperlukan untuk ekonomi," katanya.
Serangan-serangan tak selesai sampai di situ. Obama dinilainya tidak jujur kepada rakyat Amerika dalam setiap iklannya.
Tapi, bukankah dalam pandangan publik, iklan-iklan McCain isinya lebih banyak negatif? "Seratus persen, John, dari seluruh iklan, seratus persen isinya negatif," serang Obama yang duduk hanya beberapa langkah dari McCain.
Berdasarkan penelitian Universitas Winconsin-Madison, iklan McCain berisi hal-hal negatif. Hanya beberapa saja yang berbau positif. Seringkali McCain juga dinilai tampil menyerang.
McCain meminta Obama menjelaskan hubungannya dengan William Charles "Bill" Ayers, dedengkot teroris dekade 1960-an. Ayers adalah pendiri Weather Underground, organisasi sayap kiri AS zaman Perang Vietnam dekade 1960-an. Ayers dan istrinya mengadakan acara temu kandidat pertengahan tahun 1990-an saat Obama maju untuk pemilihan anggota senat negara bagian Illionis.
Toh dengan dingin Obama menangkis mudah. "Apakah hal ini menjadi bagian sangat penting bagi kampanye Anda? Senator McCain, cobalah untuk lebih menggambarkan tentang kampanye Anda sendiri, daripada berbicara tentang diri saya."
Selain mengungkit hubungan Obama dengan Ayers, McCain juga menyinggung keterkaitan Partai Demokrat dengan ACORN (Association of Community Organizations for Reform Now). ACORN adalah sebuah organisasi liberal yang dituduh melanggar hukum federal setelah organisasi tersebut membuat daftar pemilih.
ACORN merupakan organisasi yang bergerak di bidang keselamatan lingkungan, kesehatan, dan isu sosial lain untuk membantu memberi perlindungan bagi keluarga-keluarga kelas bawah dan menengah
Dalam penilaian yang dilakukan ABC News, Obama masih tetap unggul dibandingkan McCain. Untuk penyampaian strategi kampanye dan kebijakan, Obama dan McCain mendapat nilai yang sama, yakni A. Keduanya juga punya nilai sama, B, untuk akurasi argumen yang disampaikan.
Sementara untuk gaya (pakaian dan gaya berbicara) Obama sedikit unggul dibandingkan McCain. Tim juri memberikan nilai A untuk Obama, sementara McCain hanya dapat A-. Ini dikarenakan seragam dan gaya berbicara McCain sangat monoton.
Pada intinya, McCain belum sanggup untuk menghentikan masyarakat Amerika mencoblos Obama. Dari hasil tiga debat, kampanye Obama sangat menentramkan hati masyarakat Amerika. Dia dianggap bisa melayanai masyarakat ketika menjabat sebagai presiden. [I4]