INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi Pemilihan Umum Endang Sulastri berpendapat, saat ini terjadi kejenuhan memilih di dalam masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum 2009. Hal ini karena intensitas pemilihan langsung sangat tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat kepala desa hingga gubernur.
"Sebagian masyarakat menjadi apatis, karena hampir setiap hari dilakukan pemilihan langsung di tingkat daerah," kata Endang dalam dialog interaktif LPP RRI dan IFES (International Fondation for Election Systems) mengenai Peran Media dalam Peliputan Pemilu 2009, di Jakarta, Kamis (16/10).
Menurut dia, penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pilkada yang bersamaan, mau tidak mau memang membuat konsentrasi terpecah dan memicu kejenuhan. Selain itu, rekam jejak para politisi beberapa tahun terakhir tidak terlalu baik, sehingga membuat masyarakat trauma dan kecewa untuk kembali berpartisipasi dalam pemilu.
Namun, berdasarkan survei yang dilakukan KPU dan IFES, partisipasi masyarakat dalam pemilu masih cukup tinggi. "Survei menunjukkan bahwa sekitar 80% warga masih berminat mengikuti pemilu legislatif. Sedangkan 70% masih berminat mengikuti pilpres. Kita harap itu menjadi kenyataan," katanya.
Sementara mantan anggota KPU Valina Singka mengatakan, partisipasi masyarakat akan menentukan kualitas pemilu. "Pemilihan umum akan berkualitas jika seluruh individu yang berhak memperoleh akses kepada pemilihan umum, pemilihan umum berlangsung damai, adil dan aman serta menghasilkan hasil yang kredibel," katanya. [*/R2]