INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah telah menetapkan besaran investasi dalam lima ke depan sekitar US$10 ribu atau Rp10 triliun. Dengan mengharapkan peran investor asing.
Hal tersebut dikatakan Kepala BKPM Gita Wiryawan pada Rapat Kerja Komisi VI bersama Menteri BUMN, Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Perindustrian, Menteri UKM dan Koperasi, di Gedung DPR RI Jakarta, Senin
(24/5). "Sangat sulit kalau total pendanaan tersebut didapatkan dari dalam negeri, maka perlu keikutsertaan pendanaan asing," katanya.
Dia menjelaskan secara umum kondisi investasi Indonesia sangat bagus. Investor pada umumnya memandang stabilitas, security di Indonesia yang secara umum dipandang baik.
Saat ini kalau hanya mengandalkan pendanaan dalam negeri, sangat sulit memenuhi harapan itu. Sebab masih sulit sekali mendapatkan jaminan dana dari perbankan dalam negeri. Perbankan hanya sanggup memberikan besaran kredit antara Rp1-2 triliun saja.
"Kalau saya lebih suka, perusahaan didanai asing, tetapi mempekerjaan ribuan pekerja indonesia," katanya. [hid]