INILAH.COM, Papua - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari meresmikan Rumah Sakit bergerak (mobile hospital) di Kabupaten Boven Digul, Papua. Program ini merupakan dari upaya peningkatan pelayanan kesehatan di pulau-pulau terpencil.
Fasilitas kesehatan yang bisa dibongkar pasang dan dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain itu dilengkapi dengan poliklinik umum dan spesialis, ruang operasi, ruang perawatan, ruang bersalin, ICU, laboratorium, unit radiologi dan yang lainnya.
Menkes menjelaskan, upaya itu dilakukan karena hingga kini masyarakat di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan masih sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan karena kondisi geografis yang sulit, cuaca yang tidak terduga, dan keterbatasan sarana.
"Rumah sakit bergerak ini sifatnya sementara. Selanjutnya pemerintah daerah harus mendirikan fasilitas kesehatan sesuai kebutuhannya sendiri," katanya di Papua Jumat (17/9).
Peresmian rumah sakit bergerak dilakukan Menkes di Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digul pada Kamis (16/10) kemarin.
Selain di Digul, rumah sakit bergerak yang per unitnya seharga Rp 7,5 miliar juga sudah dioperasikan di Kabupaten Bengkulu Utara (Bengkulu), Bener Meriah (NAD), Alor (NTT), Malinau (Kalimantan Timur), Talaud (Sulawesi Utara), Halmahera Utara (Maluku Utara), Raja Ampat (Papua Barat), Sitaro (Sulawesi Utara), Gayo Luwes (NAD), Natuna dan Lingga (Kepulauan Riau), serta Mamasa (Sulawesi Barat).[*/L6]