INILAH.COM, Jakarta - Penjualan alat berat Komatsu hingga September 2008 memang mengalami penurunan terimbas seretnya likuiditas perbankan. Namun kinerja PT United Tractors (UNTR) masih prospektif dengan penjualan yang sudah sesuai estimasi.
Kinerja United Tractor hingga September 2008 mengalami pelemahan. Namun bagi Trimegah Securities, secara umum masih sesuai dengan harapan. Karenanya Trimegah masih mempertahankan target pendapatan hingga akhir 2008 sebesar Rp 24,8 triliun dengan estimasi laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun.
"Saat ini, kami sedang mereview dampak penurunan harga komoditas serta kelangkaan likuiditas di sektor finansial terhadap proyeksi pendapatan UNTR di 2009 dan ke depan," papar Deputy Head of Research Trimegah Securities Arhya Satyagraha, seperti terungkap dalam riset hariannya yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (17/10).
UNTR hingga September 2008 mengalami penurunan penjualan alat berat Komatsu menjadi 306 unit dibandingkan periode sama tahun lalu yakni 349 unit atau merosot 12,3%.
Menurut Trimegah, perolahan kinerja penjualan Komatsu masih di atas estimasinya karena hingga September 2008 sudah merepresentasikan 82,0% dari target hingga akhir tahun fiskal sebesar 4.663 unit.
Sementara produksi batubara perseroan dari Januari hingga September sudah mencapai 44,1 juta metrik ton masih 72% dari target hingga akhir tahun yakni 60,8 juta metrik ton.
Untuk divisi kontraktor pertambangan, lanjut Trimegah, secara keseluruhan kinerja masih sesuai dengan ekspektasi. Walau pencapaian produksi batubara hingga bulan ke-9 di bawah ekspektasi, hanya mencapai 72,5% dari target 2008 sebesar 60,8 juta ton.
"Namun demikian hal ini dapat terkompensasi oleh kinerja overburden removal yang di atas ekspektasi kami. Terlihat dari perolehan Januari-September 2008 mencapai 77,6% dari target hingga akhir tahun yang sebesar 425,7 juta ton," paparnya.
Sedangkan rendahnya pencapaian penjualan batubara sejak Juni 2008 disebabkan perbaikan barging loader guna peningkatan kapasitas muat di pelabuhan. Perbaikan ini telah selesai pada September 2008.
Sampai September 2008, kinerja penjualan batubara yang berhasil dicapai jauh di bawah estimasi Trimegah karena hanya merepresentasikan 70,6% dari target 2008 yang 4 juta ton. "Atas pencapaian kinerja hingga akhir September, kami masih memberikan rekomendasi beli UNTR dengan target harga 14.000 per lembar dalam 12 bulan ke depan," ungkap Arhya.
Saat ini, UNTR diperdagangkan dengan price earning ratio (P/E) untuk tahun fiskal 2008 sebesar 7,8 kali dan EV/EBITDA sebesar 3,5 kali atau terdiskon 4,9-30% terhadap P/E 2008 dan EV/EBITDA market yang masing-masing sebesar 8,2 kali dan 5,0 kali.
Sementara itu analis pasar modal David Ferdinandus menargetkan harga saham UNTR hingga akhir tahun bakal berada di level Rp 10.400. Kinerja emiten bakal lebih kuat kuat didukung penjualan alat berat dan ekspansi usaha ke sektor pertambangan
Analis Edwin Sebayang juga mengungkapkan hal yang tidak jauh berbeda. Ia bahkan menargetkan saham UNTR jangka panjang akan menyentuh level harga Rp 14.150 didukung perolehan pendapatan dari penjualan alat-alat berat.
Pada perdagangan Jumat (17/10) saham UNTR ditransaksikan di level harga Rp 4.800 per lembar melemah sekitar Rp 500 dibandingkan posisi penutupan kemarin.