INILAH.COM, Jakarta - Investasi Amerika Serikat di Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan 15% dibanding tahun sebelumnya, atau nyaris mencapai US$200 juta.
Kepala BKPM Gita Wirjawan mengatakan, potensi kenaikan investasi AS di Indonesia bisa mencapai 15% untuk tahun 2010 terhadap tahun sebelumnya. "Kalau dari investasi AS-nya itu bisa naik 15 persenan kenaikan investasi dari AS," ujar Gita, usai menghadiri pertemuan dengan Mendag AS Gary F Locke dan 40 pengusaha AS, di kantor Menko Perekonomian, Selasa (25/5).
Berdasarkan data BKPM, total investasi AS di Indonesia per Desember 2009 mencapai US$173,2 juta. Dengan adanya proyeksi kenaikan investasi hingga 15%, maka akan menembus angka US$199,18 juta.
Gita mengungkapkan, selama ini investasi AS di Indonesia tidak begitu besar. "Tapi kuartal 1 (2010) itu sudah masuk top 6 atau top 7," ujarnya.
Kendati dalam pertemuan tersebut masih belum ada kata sepakat berapa besar investasi yang akan ditanamkan di Indonesia, namun menurut pengakuan Gita, AS memperlihatkan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia. "Mereka sangat senang mendengarkan paparan bahwa kita komit untuk mengurangi emisi karbon sebanyak 26 persen sampai tahun 2020," ujarnya.
Adapun ke-40 perusahaan AS yang hadir, memiliki kapitalisasi pasar senilai triliunan. "Ya minimal US$300-500 miliar kapitalisasi pasar dari 40 delegasi itu," pungkasnya. [mre/hid]