INILAH.COM, Los Angeles - Dinosaurus tetap menjadi penelitian para arkeolog masa kini untuk mencari jejak-jejak mereka di masa lalu. Nah, beberapa peneliti AS telah menemukan 'kompleks kuburan dinosaurus' di bagian tenggara Utah, Amerika Serikat.
Di kompleks kuburan tersebut, terekam jejak dan fosil dari era Jurassic dan Cretaceous. Inti temuan baru tersebut ialah kerangka sauropod, dinosaurus pemakan tumbuhan berleher panjang, yang berusia 150 juta tahun dan terpelihara dengan baik.
Para peneliti tersebut sejauh ini baru mengeluarkan fosil kerangka, yang mereka perkirakan berukuran panjang 50 kaki. "Itu besar dan perlu waktu lama," kata ahli paleontogi Luis Chiappe, Direktur Dinosaur Institute and the Natural History Museum of Los Angeles County, seperti diberitakan Los Angeles Times, Sabtu (18/10).
Kerangka tersebut ditemukan di bekas palung sungai besar dan kini menjadi lapisan permukaan karang terpajan yang berwarna gelap. Di dekat bekas palung itu terdapat kerangka lain sauropod dan dinosaurus pemakan daging, termasuk tulang paha sepanjang lima kaki dari brachiosaurus.
Di punggung bukit karang, tim itu menemukan sangat banyak jejak kaki yang terpelihara di bebatuan, dan satu jejak dari masa Jurassic, yang bearkhir sekitar 145 juta tahun lalu, kata surat kabar tersebut. Jejak sauropod juga ditemukan di dekat jalur theropod pemakan daging dan ornithopods dari masa awal Cretaceous, yang berakhir sekitar 65 juta tahun lalu.
Chiappe mengatakan yang paling mengejutkan ialah jejak tiga-jari stegosaurus Eropa, yang diberi nama Deltapodus. "Jejak Deltapodus tak pernah ditemukan di Amerika Utara," katanya.
Chiappe dan stafnya menduga akan menghabiskan sedikitnya satu dasawarsa lagi untuk menggali tempat tersebut. Wow.. that's cool![*/L8]