INILAH.COM, Jakarta - Ketidakpastian ekonomi yang menggenggam dunia saat ini diperkirakan akan menambah 100 juta orang masuk ke dalam lembah kemiskinan.
Dengan tambahan angka ini, diperkirakan 1,4 miliar orang saat ini hidup dalam kemelaratan ekstrim. Kenaikan harga-harga pangan dan energi dapat memperburuk kondisi kehidupan manusia saat ini.
"Usaha kami untuk memberantas kemiskinan harus mendapat perhatian untuk menghormati hak asasi manusia dan martabat semuanya," kata Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB), Ban Ki-moon pada hari internasional untuk pemberantasan kemiskinan kemarin.
Orang-orang miskin harus memiliki akses terhadap sumber-sumber yang mereka perlukan, termasuk tanah (lahan), modal, pengetahuan dan keahlian untuk membantu mereka lepas dari kemiskinan.
PBB telah menyusun sebuah jadwal waktu untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan hingga 2015. Namun banyak negara gagal melaksanakan program untuk memperbaiki kondisi kehidupan beberapa kemiskinan mereka. Kemiskinan ekstrim didefinisikan sebagai orang yang hidup dengan daya beli kurang dari US$ 1,25 per hari.*/[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !