INILAH.COM, Muara Teweh - Sejumlah warga masyarakat melihat fenomena 'halo matahari' di langit Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, Minggu sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.15 WIB.
"Tadi pagi lingkarannya sangat jelas, namun kini sudah tertutup awan," kata Nema Aisy Athaya (8), siswa sekolah dasar yang mengamati matahari dari teras rumahnya di Jalan Semoga Indah, Muara Teweh, Minggu (19/10).
Sejak pagi sejumlah warga tampak mengamati matahari bercincin, baik yang melihat langsung dengan mata telanjang maupun menggunakan kaca mata warna gelap.
Di antara mereka bahkan banyak yang mengirim pesan singkat (SMS) kepada sanak keluarga maupun teman-temannya mengenai fenomena alam tersebut.
'Halo' yang terlihat melingkari matahari sebenarnya merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan membelokkan atau membiaskan cahaya matahari, dan memunculkan fenomena seperti yang terjadi pada pelangi.
Fenomena halo matahari di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini masih dapat terlihat hingga siang hari, namun sudah tidak begitu jelas karena tertutup awan.
"Meski silau sekali, namun lingkaran berbentuk pelangi yang mengelilingi matahari dapat dilihat dengan jelas," kata Yaser Arafat, warga Muara Teweh lainnya.[*/L6]