INILAH.COM, Sidoardjo Sengatan terik matahari di Sirkuit Kahuripan Nirwana Vilagge, Sidoardjo, Jawa Timur dalam gelaran Seri IV Kejurnas Pertamina International Supercross Championship 2008, Minggu (19/10), tak membuat para kroser asing kehilangan semangat.
Terbukti, kroser asal Australia, Lewis Wood (Indostralia Team) kembali memimpin pada babak final kelas Pro Lite dengan catatan waktu tercepat 18 menit 09,083 detik.
Sementara kroser Thailand, Watana Khanlaya yang membela tim Suzuki Evalube, terpaut 18,838 detik dari Wood. Sedangkan kroser Indonesia, Aep Dadang Supriatna yang membela tim Kartika Aep Dadang harus puas di posisi ketiga. Aep terpaut 28,692 detik dari Wood.
Wood sendiri tampaknya tak begitu asing dengan cuaca panas yang mencapai 38 derajat celsius. Wood bahkan mengaku sudah mempersiapkan diri dengan cermat untuk menghadapi cuaca yang tidak bersahabat ini.
"Saya sudah terbiasa dengan panasnya Indonesia. Sebelumnya, di Jember juga panas seperti ini. Jadi pengalaman sudah membuat saya belajar banyak," kata Wood usai perlombaan, Minggu (19/10).
Aep sendiri kecewa lantaran seluruh poinnya di kejurnas motokros dihapus PP IMI menyusul kecurangan dia yang memakai mesin tak standar pada kejurnas motokross di Subang, Agustus silam.
Meski hanya menempati posisi ketiga, Aep cukup puas. "Ini poin terbaik saya yang bisa saya raih sendiri. Saya nyaris tidak kuat menahan panas, bahkan rasanya dehidrasi," aku Aep.
Di tempat keempat kroses asal DKI Jaya, Adi Aprian yang memacu motor KTM
terpaut 36,664 detik dari Wood. Menyusul di posisi kelima dan keenam adalah
kroser Jawa Tengah, Hannu Malherbe dan Denny Orlando.
Di sisi lain, Ketua Panitia Penyelenggara A. Judiarto dari Lightning Productions sebagai Promotor Event mengaku puas dengan hasil akhir dari balapan ini karena kroser local masih bisa naik podium untuk menyaingi para kroser asing.
"Persaingan begitu ketat dan para kroser asing masih menunjukkan dominasinya. Tapi, saya tetap bangga karena Aep, Hannu, dan Adi masih bisa bersaing ketat sepanjang lomba dan hanya terganjal stamina," tutur Judiarto yang juga Ketua Harian Pengda IMI DKI Jaya.
Seri kelima akan digelar pada paro November di Pekanbaru, Riau, dan seri pamungkas yang menggabungkan dua seri sekaligus, 6 dan 7 akan digelar di kawasan Kuta, Bali, pada 7 Desember. [S1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !