INILAH.COM, Jakarta Tingginya suku bunga dan inflasi tak urung membuat saham PT Astra Internasional (ASII) gonjang-ganjing. Namun sentimen positif datang dari harga minyak mentah yang berada dalam tren melemah. Saham ASII tertekan tapi masih oke.
Saham berkode bursa ASII pada perdagangan Senin (20/10) diperdagangkan anjlok Rp 400 (3.32%) ke level Rp 11.650. Akhir pekan lalu saham ini juga anjlok Rp 1.300 atau 9,74%. Pada awal Oktober saham ASII masih berada di level Rp 16.500, sedangkan pada awal September di kisaran Rp 21.000.
Saham produsen kendaraan bermotor terbesar di Indonesia itu terus merosot dipicu kekhawatiran krisis finansial global yang menginfeksi sektor riil AS dan Eropa. Hal ini dikhawatirkan akan menjalar ke perekonomian nasional mendorong permintaan kendaraan bermotor akan melemah.
Apalagi sejak Mei 20080 silam, BI rate telah merambat naik dan kini bertengger di level 9,5%. Sehingga diperkirakan akan berimbas pada turununya valuasi saham ASII yang mengiringi ekspektasi turunnya kinerja perseroan.
Kendati merosot, analis Indomitra Securities David MJ Ferdinandus mengatakan, saham ASII hari ini berpeluang melakukan rebound teknikal. Apalagi saham ASII telah merosot jauh dan berada di posisi jenuh jual. Ia pun memberi target harga di level 19.600. Sedangkan UBS Investment Research menurunkan target harga saham ASII sekitar 22% menjadi Rp 20.800 dari sebelumnya Rp 26.700 per unit. Dalam laporan risetnya, Analis UBS Investment Research Johannes Salim mengungkapkan bahwa penurunan target harga saham ASII dilakukan seiring pengetatan likuiditas domestik.
Selama ini masalah likuiditas menyebabkan kenaikan sukubunga pinjaman termasuk perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor yang meningkat antara 5-6% dalam tiga bulan terakhir ini.
Menurutnya, penurunan harga saham Astra sekitar 50% pada saat ini dibanding dengan harga tertingginya pada Januari 2008 diperkirakan bisa berdampak negatif terhadap prospek kinerja perseroan pada 2009. Johannes menurunkan prediksi penjualan mobil domestik tahun 2009 dari sebelumnya naik 10% menjadi turun 10%.
Sedangkan proyeksi pertumbuhan penjualan sepeda motor domestik juga diturunkan, dari sebelumnya naik 10% menjadi tidak mengalami pertumbuhan sama sekali. Kendati demikian, rekomendasi positif masih diberikan untuk ASII. "Saya masih merekomendasikan beli untuk ASII," tambahnya.
Hal senada diungkapkan analis Valbury Asia Securities Mastono Ali. Menurutnya, saham ASII hari ini berpotensi naik karena diuntungkan harga minyak dunia yang masih berada dalam tren melemah.
Namun peluang naiknya saham perusahaan otomotif ini juga terganggu. Pasalnya, dengan suku bunga dan inflasi yang tinggi, daya beli masyarakat akan merosot. "Padahal konsumen banyak membeli motor dan mobil melalui fasilitas kredit. Ini berarti, investor harus mencermati sentimen lain saham ASII," ujarnya.
Perseroan akhir pekan lalu meningkatkan kepemilikan sahamnya pada anak perusahaannya yaitu PT Astra Otoparts (AUTO) dari sebelumnya 91,78% menjadi 93,91%. Transaksi pertama dilakukan pada 8 Oktober dengan membeli 1,3 juta saham pada harga Rp 3.500 dan pada 13 Oktober sebanyak 15 juta saham pada harga Rp 3.700. Nilai transaksi pembelian saham itu mencapai Rp 60,2 miliar.
Penambahan kepemilikan yang dilakukan dalam transaksi pasar reguler ini bertujuan untuk meningkatkan investasi Astra Internasional. Dalam data BEI per 30 September, Astra International memiliki saham di AUTO sebanyak 707,8 juta saham atau 91,78%. Sisanya dimiliki masyarakat.
Sementara kinerja ASII pada semester I tahun ini sangat positif, dengan laba bersih yang dibukukan naik 80,89% menjadi Rp 4,754 triliun dibandingkan semester I 2007 sebesar Rp 2,628 triliun.
Peningkatan dipicu kenaikan pendapatan, keuntungan anak usaha dan efisiensi perseroan. Pendapatan usaha perseroan ASII hingga pertengahan 2008 naik 46,03% menjadi Rp 46,267 triliun dan porsi bagi hasil dari perusahaan asosiasi juga meningkat 49,67% menjadi Rp 1,154 triliun. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !