INILAH.COM, Jakarta Lagi, ketiga saham Bakrie terkena auto rejection. Belum dapat dipastikan kapan saham ELTY, BTEL, dan UNSP bisa rebound. Namun analis menyayangkan aksi melepas saham mengingat secara fundamental ketiganya sangat baik.
Analis BNI Securities Muhammad Alfatih, mengatakan tiga saham yang sudah dibuka suspensinya sejak akhir pekan lalu memang masih mengalami tekanan jual. Investor tampaknya ingin mengikuti momentum dan tidak ingin mengalami kerugian lebih besar karena ikut menjual saham-saham tersebut.
"Kami menyayangkan jika investor melakukan aksi jual. Saham-saham Trio Bakrie untuk jangka panjang (longterm) cukup baik. Apalagi melihat fundamental perusahaan-perusahaan yang tidak ada masalah," papar Alfatih, saat dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Senin (20/10).
Namun Alfatih mengakui belum dapat memastikan kapan saham-saham UNSP, BTEL dan ELTY itu bisa rebound alias kembali menguat. Untuk kembali rebound, harus menunggu momentum pembelian dan melihat batas-batas support-nya
"Saat ini situasinya sedang fluktuatif, ada saham-saham yang menguat, kemudian ada juga yang melemah, semua itu karena mekanisme pasar," tandasnya.
Ia juga mengaku sulit menentukan apakah pelemahan ketiga saham Bakrie hingga mengalami auto rejection akibat merosotnya kepercayaan saham terhadap saham itu. Atau juga hal lain seperti kesengajaan pihak-pihak lain untuk menjatuhkan saham Bakrie.
"Yang jelas jika dilihat dari laporan-laporan keuangan perusahaan tersebut tidak ada hal yang luar biasa yang bisa menjadi alasan investor untuk jatuh kepercayaannya terhadap saham-saham Bakrie," paparnya.
Susah juga mengatakan jika apa yang terjadi saat ini akibat kesengajaan untuk menjatuhkan saham Bakrie. "Kalau dibilang sengaja, susah juga mengetahuinya. Apakah itu karena orang khawatir, atau pindah ke saham-saham blue chip yang sedang naik, ataukah penyebab lain," tanyanya.
Adapun mengenai bagaimana nasih saham-saham Bakrie besok hari, menurutnya sangat tergantung pada persepsi investor terhadap saham tersebut. "Seperti saya katakan tadi, bahwa perusahaan tidak ada masalah," katanya.
Seperti diberitakan, kinerja saham Grup Bakrie belum juga pulih hingga Senin (20/10), yang kembali mengalami auto rejection seperti yang dialami saat suspensinya dibuka akhir pekan lalu.
Sejak dibukanya kembali perdagangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) ketiga saham tersebut langsung terkena sistem penolakan otomatis pada batas bawah. Bahkan tidak sampai satu menit pembukaan perdagangan.
Saham ELTY merosot 9,63% pada level Rp 122 dari penutupan sebelumnya Rp 135, UNSP turun menjadi Rp 375 dari penutupan sebelumnya Rp 415 atau 9,64%, sedangkan BTEL tercatat menurun hingga menyentuh level Rp 151 dari sebelumnya Rp 167 atau 9,58%.
Tekanan jual dari para investor tidak terlepas dari opini pasar yang terbentuk pada saham-saham grup Bakrie. Pasar masih meragukan kinerja saham grup Bakrie akan isu yang berkembang.
Sementara tiga emiten grup Bakrie lainnya yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrie & Brothers (BNBR) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sampai sekarang nasibnya masih dalam kungkungan BEI.
Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring mengatakan sampai pihak Bakrie belum menyerahkan data tambahan yang diminta otoritas pasar modal. BEI menginginkan ada kejelasan dari struktur atau mekanisme transaksi yang akan dilakukan Grup Bakrie.
"Kita masih menunggu informasi dari mereka, kita ingin ada kejelasan baik struktur, data pembeli atau yang lainnya," kata Sembiring. Ia menjelaskan tambahan informasi tersebut akan digunakan BEI sebagai pedoman untuk menentukan langkah selanjutnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !