INILAH.COM, Jakarta - Terdakwa insiden Monas 1 Juni 2008 Habib Rizieq Shihab mengaku diperlakukan berbeda oleh aparat penegak hukum hanya karena dirinya bukan besan presiden. Hal itu diungkapkan oleh Rizieq dalam pembacaan pledoinya dalam lanjutan persidangan di Pengadilan Negari Jakarta Pusat Senin (2/10).
"Kalau aparat kepolisian dan kejaksaan begitu berani menangkap saya tanpa alasan, tapi aneh Aulia Pohan yang telah terbukti melakukan korupsi tapi tidak ada yang menangkapnya. Apakah karena dia besan presiden," tutur Rizieq dalam pembelan pribadi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum.
Namun begitu, Rizieq mengaku bersalah. Tapi pengakuannya ini bukan bersalah karena dakwaan yang dialamatkan padanya, tapi karena dia bukan sebagai besan presiden. "Kesalahan saya hanya karena saya bukan besan presiden," ujarnya.
Ketua Front Pembela Islam ini berkesimpulan, ditangkapnya dan diprosesnya kasus insiden Monas ini di peradilan ini jelas memiliki motif politis. Rizieq juga mengaku hingga kini belum pernah menandatangani surat penahanan atau penangkapan. "Karenanya, saya merasa dijebak atau dizalimi penyidik," pungkasnya.
Aulia Pohan merupakan ayahanda Annisa Pohan, istri Agus Harimurti Yudhoyono putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Aulia Pohan adalah salah satu Dewan Gubernur yang disebutkan dalam dakwaan mantan Gubernur BI Burhanudin Abdulah, secara sah dan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.[Nanang]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !