inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Muhammad Alfatih

Susah Meraba Saham Bakrie

Oleh: Ahmad Munjin
Selasa, 21 Oktober 2008 | 11:23 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Lagi, ketiga saham Bakrie terkena auto rejection pada perdagangan dua hari berturut-turut. Analis pun merasa sulit memastikan kapan saham ELTY, BTEL, dan UNSP bisa rebound lagi.

Hal itu diungkapkan analis BNI Securities Muhammad Alfatih. Menurutnya, tiga saham yang sudah dibuka suspensinya sejak akhir pekan lalu memang masih mengalami tekanan jual. Saat ini, lanjutnya, situasinya sedang fluktuatif karena mekanisme pasar. Iapun mengaku sulit memprediksikan kapan ketiga emiten itu bisa bangkit lagi.
"Paling, kita harus melihat batas-batas support-nya di mana, dan di titik-titik itu muncul tidak adanya momentum-momentum pembelian. Kalau memang itu bertemu, maka ada kemungkinan terjadinya rebound. Tapi, tentang waktunya kapan saya belum bisa menjawab," ujarnya.

Suspensi tiga dari enam saham grup Bakrie dibuka kembali pada Jumat (17/10) akhir pekan lalu. Namun, dalam perdagangan dua hari berturut-turut, ketiga saham ini terkena penolakan otomatis (auto rejection) di sesi awal perdagangan karena harga sahamnya anjlok.

Pada senin (20/10) kemarin, saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) turun 9,63% dan dihentikan otomatis pada level Rp 122 setelah pekan lalu anjlok 10% ke posisi 135. Sementara PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) kemarin turun 9,64% dan dihentikan di level Rp 375 setelah pekan lalu sempat anjlok 9,78% ke level 415. Kemudian PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kemarin turun 9,58% di Rp 151 setelah Jumat lalu turun 9,73% ke level 167.

Berikut ini petikan lengkap wawancaranya.

Saham Bakrie terkena auto rejection lagi, apakah ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap saham-saham Bakrie jatuh?
Saat ini situasinya sedang fluktuatif, ada saham-saham yang menguat, kemudian ada saham-saham yang melemah, semua itu karena mekanisme pasar. Tetapi, untuk mengetahui apa yang mendorongnya, mungkin untuk saat ini agak sulit untuk mengetahuinya. Karena, kalau kita lihat dari laporan-laporan keuangannya, ada sesuatu yang luar biasa.

Apakah Anda melihat ada upaya menjatuhkan saham Bakrie?
Kalau dibilang sengaja, susah juga. Yang terjadi adalah auto rejection, artinya ada satu tekanan jual. Apakah itu karena orang khawatir, apakah karena investor pindah ke saham-saham blue chip yang sedang naik, ataukah penyebab lain, itu susah untuk mengetahuinya.
Kecuali, kalau kita punya akses ke investor yang melakukan transaksi tersebut. Yang pasti, saya melihat bahwa secara fundamental perusahaan tersebut masih berjalan dengan baik. Jadi, dari sisi perusahaan tidak ada masalah.

Lantas apakah ada peluang rebound?
Soal kapan rebound merupakan pertanyaan yang sulit dan mungkin tidak ada yang bisa menjawabnya. Paling, kita harus melihat batas-batas support-nya di mana, dan di titik-titik itu muncul tidak adanya momentum-momentum pembelian. Kalau memang itu bertemu, maka ada kemungkinan terjadinya rebound. Tapi, tentang waktunya kapan saya belum bisa menjawab.

Lalu, langkah apa yang sebaiknya diambil investor yang masih memegang saham Bakrie?
Kalau investor ingin mengikuti momentum yang ada dan kerugiannya nggak besar, maka bisa ikut jual. Tapi, sayang juga untuk longterm-nya, kan. Kalau kita lihat perusahaan-perusahaan itu sendiri nggak bermasalah, dari segi perusahaannya, emitennya, netto usaha.

Bagaimana peluang saham Bakrie, pekan ini?
Itu sangat tergantung dari persepsi investor terhadap saham tersebut. Seperti saya katakan tadi, bahwa perusahaan tidak ada masalah sama sekali. (E2)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.