Minggu, 27 Mei 2012 | 17:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bapepam: Jangan Berlebihan Respon Krisis Eropa
Headline
Fuad Rahmany - inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Rosdianah Dewi
web - Kamis, 27 Mei 2010 | 18:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Para pelaku pasar modal diharapkan tidak terlalu panik dengan krisis yang terjadi di Eropa sehingga merespon berbelihan. Sebab Indonesia pernah mengalami krisis yang lebih besar pada tahun 2008 lalu.

Hal itu dikatakan Kepala Bapepam L-K, Fuad Rahmany, saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Kamis (27/5). "Pesan kami jangan panik. karena krisis besar sudah kita alami di 2008," jelasnya.

Kejatuhan IHSG belakangan ini bukan karena faktor eksternal meskipun kondisi ekonomi Indonesia telah pulih sejak krisis tahun 2008 lalu. Kalaupun rontok lebih disebabkan karena pengaruh eksternal. Hal ini seperti terjadi pada perdagangan Selasa (25/5) lalu yang turun hingga 3%.

"Foreign investors hanya keluar sedikit Rp64 miliar. Ada yang beli besar Rp1 triliun lebih, jual Rp1 triliun lebih. Netnya hanya sedikit. itu yang bikin hari selasa turun 3,6 persen bukan karen internal, tapi domestik." ucapnya.

Ia menuturkan, penurunan itu juga disebabkan karena masyarakat berlebihan mengantisipasi krisis Ynunani dan dampaknya kepada eropa. "Mereka mengantisipasi terlalu besar," ucapnya.

Meski demikian, tambah Fuad, kondisi tersebut hanya sesaat. Pasalnya sehari setelah itu, Rabu (26/5), IHSG kembali menguat sebesar 7%. "Kemarin itu koreksi dan sekarang positif. Di pasar modal biasa overshut bisa ke atas atau ke bawah. Kadang penyesuaiannya terlalu besar," tuturnya. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.