Minggu, 27 Mei 2012 | 17:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Eropa Mereda, Bursa Asia Rally
Headline
IST
Oleh: Vina Ramitha
web - Kamis, 27 Mei 2010 | 20:44 WIB
INILAH.COM, Sydney Saham Asia kembali rally pada akhir perdagangan Kamis (27/5). Hal ini karena spekulasi laba korporat di kawasan bisa mengatasi dampak krisis Eropa.

Indeks MSCI Asia Pasifik (APAC) naik 1,8% ke 111,76 pada akhir perdagangan di Tokyo, kenaikan terbesarnya sejak 13 Mei lalu. Indeks ini terkoreksi 13% dari angka tertingginya selama 2010 pada 15 April lalu, karena kekhawatiran defisit anggaran akan menyebar di Eropa.

Perusahaan tambang terbesar dunia, BHP Billiton Ltd. dan pesaingnya yang terbesar ketiga dunia, Rio Tinto Group, naik lebih dari 4% di Sydney karena meredanya kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan pajak pertambangan. Kawasaki Kisen Kaisha Ltd. juga menguat 4,7%.

Keadaan akhir-akhir ini memang berbeda. Secara umum, ada ekspektasi kenaikan dari level saat ini, setidaknya dalam jangka pendek, papar broker Paradice Investment Management di Sydney Matt Riordan.

Indeks Nikkei di Jepang naik 1,2%, Selandia Baru 0,8%, Kospi di Seoul 1,6% dan Taiex di Taiwan 1,1%. Indeks komposit Shanghai dan Hang Seng di Hong Kong masing-masing menguat 1,2%.

Saham menguat karena sebuah laporan yang menunjukkan ekspor Jepang per April, tumbuh selama lima bulan berturut-turut. Sementara Selandia Baru akhirnya membukukan surplus perdagangan pertama sejak 2002. Pada bulan yang sama, data penjualan rumah baru di AS juga membaik.

Penurunan MSCI APAC sejak April telah menyeret PER menjadi 14,3 kali atau level terendah sejak Januari 2009. Perusahaan komoditas dan energi menyumbangkan setidaknya 2,4% kenaikan dari total 10 kelompok industri di indeks ini.

BHP naik 4,3% ke A$38,85 dan Rio Tinto 4,8% ke A$67,03. Fortescue Metals Group 5,8% ke A$4. Yanzhou Coal Mining Co., yang telah membayar lebih dari US$3 miliar untuk Felix Resources Ltd. dari Australia, 7,2% ke HK$16,78 di Hong Kong.

Trading house Jepang menguat setelah suratkabar Nikkei melaporkan earning perusahaan non-komoditas akan mengalami peningkatan. Mitsubishi Corp., yang joint venture dengan BHP, menguat 3,7% ke 2.046 yen. Mitsui & Co. 4,2% ke 1.303 yen.

Kepala Strategi Resona Bank Ltd. di Tokyo Koichi Kurose berpendapat harga saham saat ini undervalue. Pemulihan perekonomian global masih mendukung performa pasar, ujarnya kepada Bloomberg.

Menkeu Jepang mengatakan ekspor negaranya naik 40,4% per April dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Para ekonom Bloomberg memprediksikan kenaikan ini hanya 38,3%. Sementara Kantor BPS Selandia Baru menyatakan surplus perdagangan sebesar NZ$161 juta. Pertama kalinya sejak Juli 2002.

Di Seoul, Doosan Heavy Industries & Construction Co. menguat 5,4% ke 68.100 won. Sementara Taihan Electric Wire Co. 7,2% ke 9.140 won. Di Tokyo, shipping line terbesar ketiga negara itu, Kawasaki Kisen, 4,7% ke 358 yen. Nippon Yusen K.K. yang shipping line terbesar, 1,6% ke 327 yen. Mitsui O.S.K. Lines Ltd., operator kapal dagang terbesar dunia, 3% ke 649 yen. [ast/mdr][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.