INILAH.COM, Jakarta HSBC Corporation Limited siap melakukan penawaran tender (tender offer) seharga Rp2.425 per saham. Langkah ini dilakukan setelah mereka mengakuisisi 88,99% saham PT Bank Ekonomi Raharja Tbk.
CEO HSBC Indonesia, Rakesh Bhatia mengatakan nilai itu sama dengan harga pembelian terhadap saham PT Lumbung Artakencana sebesar 38,6%, PT Alas Pusaka 38,6%, dan investor individu Bank Ekonomi sebesar 11,45%.
Jumlah saham yang berpotensi dibeli melalui proses penawaran tender adalah sebanyak 10,11%. Angka ini sudah masuk sesuai aturan pasar modal yang berlaku di Indonesia.
Rakesh mengakui kalau pihaknya harus mendapat persetujuan dari otoritas pasar modal terlebih dahulu terkait dengan penawaran tender. Yang pasti, harganya sesuai dengan harga pembelian.
HSBC membeli Bank Ekonomi karena memiliki aset US$1,8 miliar dan masuk dalam jajaran 20 bank terbesar di Indonesia. Bank tersebut fokus pada sektor UMKM, yang sejalan dengan upaya HSBC memperluas jaringan di segmen itu.
CEO HSBC Holding Plc Asia Pasifik Sandy Flockhart mengatakan akuisisi tersebut sejalan dengan strategi untuk berinvestasi di pasar yang sedang bertumbuh pesat.
"Meningkatnya porsi keberadaan kami di Indonesia membuat kami masuk ke dalam tiga bank asing terbesar di Indonesia," tuturnya dalam pernyataan resminya.
Penjualan saham Bank Ekonomi itu ditangani BNP Paribas sebagai konsultan keuangan. Selain HSBC, Bank Commonwealth juga disebut-sebut sebagai pihak yang menjajaki akuisisi saham Bank Ekonomi.
Dengan harga akuisisi tersebut, rasio harga saham terhadap nilai buku (price to book value/ PBV) saham BAEK tercatat sebesar 4,15 kali. Berdasarkan data Bloomberg, nilai buku saham Bank Ekonomi per Juni 2008 sebesar Rp 584,09.
Harga jual saham BAEK itu mendongkrak PBV emiten itu melampaui bank-bank lain berkapitalisasi pasar setara. Sebagai perbandingan, PBV saham Bank Victoria mencapai 0,52 kali, Bank Artha Graha 0,54 kali, Bank Bukopin 0,63 kali, Bank NISP 1,19 kali, dan Bank Century 1,51 kali.
Rakesh mengatakan likuiditas bank yang dimilikinya masih sangat kuat meski dihadapkan pada krisis finansial global menyusul aksi akuisisi sebesar 88,99% saham PT Bank Ekonomi Raharja Tbk yang sepenuhnya menggunakan kas internal secara tunai.
Dia mengutarakan akuisisi itu akan memperkuat sektor bisnis perbankan komersial dan memperluas jaringan bisnis di sektor ritel menjadi 190 cabang di 24 kota di Indonesia.
Dia memaparkan dengan jaringan kredit ritel dan pasar usaha kecil menengah yang dimiliki Bank Ekonomi akan memperkuat HSBC dalam menggarap bisnisnya yang berkualitas di segala sektor. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !