INILAH.COM, Jakarta PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus melakukan ekspansi. Mereka menggarap energi panas bumi di enam kota. Mereka mencoba memanfaatkan besarnya potensi panas bumi Tanah Air yang terbesar di dunia.
Upaya untuk melakukan diversifikasi energi terus dilakukan. Salah satunya adalah besarnya potensi panas bumi di Indonesia yang mencapai 27 Giga Watt. Meski dinilai merusak lingkungan dan membutuhkan biaya yang besar, pemerintah tak menghentikan upaya untuk membangkitkan energi panas bumi di tanah air.
Hal ini ditandai dengan langkah anak perusahaan PT Pertamina (persero), yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk terus melakukan ekspansi.
PGE kini tengah melirik dan siap menggarap proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di enam wilayah kerja (WK) panas bumi (geothermal). Keenamnya adalah Ulubelu, Lumutbalai, Hululais, Kotamobagu, Sungai Penuh, dan Karaha.
Direktur Utama PT PGE, Abadi Poernomo mengemukakan bahwa dari jumlah WK yang ada tersebut diharapkan total kapasitas yang akan dikembangkan mencapai 30 megawatt (MW).
Upaya mengembangkan enam WK panas bumi tersebut untuk mengejar target 302 MW pada tahun 2010. "Kami akan mengembangkan pembangkit skala kecil berkapasitas 5 MW," ujar di sela Simposium Panas Bumi di Jakarta Selasa (21/10).
Untuk membangkitkan 30 MW tenaga panas bumi tersebut, PGE mengkalkulasi jumlah investasi diperkirakan mencapai US$ 200 juta. "Dana tersebut akan dicari melalui pinjaman. World Bank dan Bank Pembangunan Asia (ADB) sudah menyatakan minatnya untuk mendanai keenam proyek ini," paparnya.
Hingga tahun 2014, Ulubelu dan Lumutbalai akan dikembangkan hingga 220 MW. Sedang, Hululais akan dikembangkan hingga 110 MW, Kotamobagu 40 MW, Sungai Penuh 55 MW, dan Karaha 35 MW.
PGE sendiri kini sudah mengembangkan tiga wilayah panas bumi dengan total kapasitas terpasang 272 MW. Ketiganya adalah Kamojang (200 MW), Lahendong (60 MW), dan Sibayak (12 MW).
Sampai tahun 2011, Pertamina Geothermal menargetkan peningkatan kapasitas terpasang panas bumi sebesar 472 MW dari potensi cadangan 1.560 MW. Sementara pada tahun 2012, ditargetkan peningkatan kapasitas terpasang panas bumi 877 MW dari potensi cadangan 1.610 MW. Sedangkan di 2014, PGE menargetkan penambahan kapasitas terpasang menjadi 1.092 MW dari potensi cadangan 1.760 MW.
Pemerintah sendiri berjanji untuk terus mendorong pengembangan energi panas bumi sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Staf Ahli Menteri ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, potensi pengembangan panas bumi di Indonesia sangat besar. "Sumber panas bumi Indonesia mencapai 27 ribu MW. Itu hampir 40% dari total potensi dunia," imbuhnya.
Untuk itu, dalam roadmap pengembangan proyek 10.000 MW tahap kedua, pemerintah menargetkan komposisi energi baru dan terbarukan (EBT) mencapai 7.000 MW.
Dari jumlah itu, sebagian besar diharap berasal dari panas bumi. Artinya, selain harus membuktikan bahwa sumber energi ini ramah lingkungan, secara prosentasi, panas bumi menjadi salah satu sumber energi dominan di Indonesia. [I4]