INILAH.COM, Jakarta Rencana buyback tiga saham grup Bakrie bisa mendorong peningkatan harga saham sesaat namun berbalik arah begitu program itu usai. Bisa-bisa pemegang saham Bakrie bukan untung malah buntung. Dana habis saham menguap!
Pengamat pasar modal Dandossi Matram, menilai jika tujuan buyback saham Bakrie adalah untuk mendongkrak harga maka program itu kurang tepat. Karena begitu program buyback selesai maka harganya akan berbalik arah dan terus melemah.
"Saya khawatir akan terjadi masalah lebih besar yang bisa merugikan pemegang saham. Begitu batas buyback 20% saham tercapai dan dana buyback habis maka harganya akan turun lagi," papar Dandossi, ketika dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, semalam.
Ketika pemegang saham hendak kembali menjual sahamnya usai buyback, lanjutnya, dipastikan harus mengalami kerugian. Artinya, tujuan buyback akan gagal dan pemegang saham bisa merugi karena dana buyback-nya menguap bersama sahamnya.
Sebelumnya anak usaha Bakrie & Brothers (BNBR) berencana menggelar buyback. PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) akan menyiapkan dana sebesar Rp 150 miliar berasal dari kas internal UNSP. PT Bakrie Telecom (BTEL) juga sudah menyatakan kesiapannya buyback menggunakan kas internal sebesar Rp 600 miliar.
Demikian pula PT Bakrieland Development (ELTY) telah mengumumkan rencana buyback. Total dana yang disiapkan adalah sebesar Rp 510 miliar. Jika digabungkan, seluruh dana buyback yang disiapkan tiga emiten grup Bakrie mencapai Rp 1,26 triliun.
Ia memaparkan, pada dasarnya, buyback bertujuan untuk memberikan keuntungan kepada pemegang saham. Bukan untuk menaikkan harga atau berharap indeks saham menjadi ikut terdongkrak naik. Karenanya buyback tidak bisa dilakukan dengan cara membabi buta.
Dandossi mencontohkan buyback saham kelompok Bakrie dengan saham BUMN yang berbeda sekali maksud dan tujuannya. BUMN baru melakukan buyback kalau harga sahamnya jatuh. Sementara jika harga sahamnya mengalami penguatan, program buyback tidak diteruskan.
Artinya ketika harga sudah tercapai maka buyback itu berhenti. Itu satu pemahaman. Bisa juga pemahaman yang lain, yang penting harga naik tanpa harus ada harga tertentu. Pokoknya akan terus dibeli.
"Bakrie tampaknya ingin mengangkat terus harga saham. Kalau tujuannya seperti itu syaratnya dua, pertama, uangnya tidak ada serinya (tidak terbatas) untuk buyback. Yang kedua, pandai dalam memainkan momentum pasar. Cuma masalahnya apakah Bakrie memiliki dana yang tidak terbatas untuk melakukan hal itu," tandasnya.
Sementara kalangan pelaku pasar melihat rencana buyback ketiga saham grup Bakrie yakni BTEL, ELTY dan UNSP mengandung kontroversi. Pasalnya, setelah saham anak usahanya dijual ke investor asing baru-baru ini, kini grup Bakrie ingin membeli sahamnya kembali.
Saat ini tekanan jual juga masih tinggi terlihat dari beberapa hari perdagangan, tiga saham kelompok Bakrie itu terus menunjukkan penurunan bahkan terkena auto rejection lagi. Apalagi belum ada informasi yang menjelaskan kapan suspensi tiga saham Bakrie lainnya akan dibuka.
Alhasil, di tengah tekanan jual yang tinggi, investor masih akan melepas semua kepemilikian atas saham Bakrie di harga berapa pun. Bahkan sejumlah analis mencurigai bahwa kesimpangsiuran informasi sengaja disebarkan agar pelaku saham terus menjual sahamnya sehingga valuasi pun menjadi sangat rendah. Kejatuhan pasar ini dimanfaatkan grup Bakrie unutk mengkoleksi saham, yaitu melalui aksi buyback. Analis menilai pada dasarnya induk usahanya Bakrie & Brother (BNBR) tidak mau kehilangan sharenya di semua anak usahanya.
Selain itu, ELTY dalam waktu dekat akan membagikan dividen yang diperkirakan akan berjumlah besar. Apalagi pendapatan yang diperoleh dari penjualan saham ke pihak asing juga terbilang sangat besar.
Grup Bakrie pun berusaha mendapat porsi pembagian dividen yang besar dari saham-saham yang telah di-buybacknya. Jadi rumor yang beredar di pasar adalah Bakrie mempunyai beragam skenario menghadapi situasi seperti saat ini. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !