Minggu, 27 Mei 2012 | 17:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BUMI Konsolidasi, ‘Trading Buy’!
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Selasa, 1 Juni 2010 | 08:57 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham BUMI, Selasa (1/6) diprediksikan bergerak konsolidasi akibat penguatan tajam pekan lalu. Pelaku pasar masih fokus pada saham bluechips lain. Trading buy BUMI!
Ukie Jaya Mahendra, Direktur Paramitra Alfa Securities mengatakan, potensi konsolidasinya saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini akibat penguatannya yang tajam pekan lalu. Itulah yang memicu pergerakannya tidak ke mana-mana dan berkutat di area trading.
Menurutnya, pasar saat ini masih fokus pada saham bluechips, sebelum emiten sejuta umat ini mendapat giliran. BUMI akan bergerak dalam kisaran support Rp1.950 dan Rp2.100 sebagai level resistance-nya, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (31/5) malam.
Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.025. Harga tertingginya mencapai Rp2.075 dan terendah Rp2.000 per lembar. Volume transaksi mencapai 149,4 juta unit saham senilai Rp304,3 miliar dan frekuensi 3.113 kali.
Padahal, lanjut Ukie, jika dilihat dari sisi sentimen hari ini sebenarnya positif. Sebab, data inflasi Mei diekspektasikan positif di level rendah, tidak lebih dari 0,3%. Ini juga yang menjadi salah satu pemicu derasnya arus capital inflow ke pasar domestik. Ke depannya BUMI masih menguat, tapi untuk hari ini konsolidasi terlebih dahulu, ujarnya.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah dunia ke level US$74 per barel sudah di-adjust oleh market. Saat ini, menutur Ukie, pasar masih ingin memastikan apakah rally tersebut masih berlanjut atau tidak. Begitu juga dengan harga crude palm oil (CPO), ungkapnya.
Dengan kembali derasnya arus capital inflow, lanjut Ukie, sebenarnya sangat kondusif bagi penguatan BUMI lebih jauh. Tapi, investor saat ini mendahulukan saham bluechips lain karena BUMI sudah menguat tajam di pekan lalu.
Investor sekarang masuk di saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), PT Aneka Tambang (ANTM), PT International Nickel Indonesia (INCO), dan saham-saham perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Mandiri (BMRI).
Setelah saham bluechips lain naik, baru saham BUMI akan kembali menyusul untuk menguat. Sebab, level harga BUMI saat ini masih murah. Arah pergerakannya pun dalam jangka menengah-panjang sudah mulai naik, setelah sebelumnya terjadi kontraksi yang luar biasa hingga mencapai Rp1.500-an.
Setelah konsolidasi, Ukie yakin, saham sejuta umat ini akan naik pelan-pelan. Dengan kondisi market yang mulai menanjak, konsolidasi BUMI tidak akan lama. Saya rekomendasikan trading buy BUMI. Sedangkan untuk jangka panjang, saya sarankan hold saja, imbuh Ukie. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.