INILAH.COM, Bandung - Dalam Pemilu 2009 nanti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menghadapi lebih banyak pesaing baru, terutama dari kalangan miiter.
Selain Wiranto dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Prabowo yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), juga ada M Yasin dari Partai Karya Perjuangan (pakar Pangan).
Bahkan Ketua Umum Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Letjen (Purn) M. Yasin mengatakan jika perolehan suara partainya signifikan pada pemilu legislatif, ia siap bertarung dengan para calon lainnya termasuk koleganya, (SBY).
"Kalau banyak yang meragukan, biar saja. Masak jenderal bintang tiga masih diragukan? Saya siap bersaing dengan calon militer lainnya. Kalau diragukan, ya harus jadi cambuk untuk lebih ganas. Pasukan kecil bisa mengalahkan pasukan besar asal punya strategi jitu," kata Yasin usai membuka Rapimnas II Pakar Pangan dalam keterangan tertulis Pakar Pangan di Jakarta, Sabtu (25/10).
Pada Pilpres 2004 lalu, Yasin termasuk salah seorang yang turut menyukseskan SBY menjadi Presiden. Yasin juga pernah menjabat Sekjen Dewan Ketahanan Pangan, dan saat SBY menjadi Menko Polkam, ia tercatat sebagai Deputi I yang mendampinginya.
Ia membantah bahwa majunya dirinya ia dan partai baru yang didirikannya sebagai bentuk sakit hati karena tak mendapat tempat setelah memenangkan Yudhoyono.
"Tidak ada sakit hati. Saya hanya ingin bersama pasukan saya sesama gerilyawan yang dulu mensukseskan SBY. Mereka bikin partai, saya ikut karena para gerilyawan ini tidak diakomodir. Dulu Demokrat dan SBY juga partai kecil dan baru tapi bisa menang. Jadi, Pakar Pangan juga bisa begitu, asalkan kami bergerilya seperti dulu yang dilakukan saat memenangkan SBY," ujar Yasin.[*L2]