INILAH.COM, Jakarta Indeks akhirnya berhasil ditutup di zona positif, di tengah koreksi yang mendominasi bursa Asia. Hanya tiga sektor yang mengkontribusi penguatan, dipimpin infrastruktur. Pada perdagangan Rabu (2/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

ditutup menguat tipis 9,063 poin (0,33%) ke level 2.733,678. Indeks saham unggulan LQ 45

juga naik 1,973 poin (0,37%) ke level 529,249.
Setelah pada awal perdagangan dibuka rebound 1,57% ke level 2.767, penguatan indeks saham lama-lama mulai bergerak melemah, sehingga pada sesi siang bertengger di 2727 dan akhirnya ditutup di 2.734. Kendati demikian, indeks masih berada di zona hijau.
Analis pasar modal dari Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, indeks berhasil menguat tipis di tengah pelemahan bursa regional Asia. Pelaku pasar masih ragu-ragu bertransaksi dan masih menunggu konfirmasi arah bursa global. Kendati dalam perdagangan bergerak fluktuatif, pergerakkan indeks berjalan positif, katanya.
Pernyataan Bank Sentral Eropa yang mengatakan akan ada gelombang kerugian, lanjutnya, masih menjadi berita negatif untuk pergerakan IHSG.Demikian pula melemahnya kembali harga minyak mentah dunia ke kisaran US$72 per barel.
Hanya tiga sektor yang mendukung penguatan bursa, yakni infrastruktur yang naik 1,7%. Kemudian finansial dan perkebunan yang masing-masing menguat 0,6%. Sedangkan sisanya mengalami koreksi. Sektor aneka industri turun 0,4%, industri dasar dan konsumsi 0,3%, properti 0,25%, serta tambang dan manufaktur yang masing-masing melemah 0,2%.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup moderat, dimana volume transaksi tercatat sebesar 8,301 miliar lembar saham, senilai Rp 3,768 triliun dan frekuensi 126.977 kali. Sebanyak 109 saham naik, 97 saham turun, dan 68 saham stagnan.
Asing membukukan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp 113,959 miliar. Rinciannya adalah nilai transaksi jual asing mencapai Rp 1,039 triliun, dan transaksi beli asing sebesar Rp 925,476 miliar.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Sepatu Bata (
BATA) naik Rp 6.000 ke Rp 36.150, Unilever (
UNVR) naik Rp 450 ke Rp 15.450, Telkom (
TLKM) naik Rp 400 ke Rp 7.850, TB Bukit Asam (
PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.050, Bank Central Asia (
BBCA) naik Rp150 ke Rp5.450, London Sumatra (
LSIP) menguat Rp100 ke Rp8.350
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Gudang Garam (
GGRM) turun Rp 2.350 ke Rp 30.650, Indo Tambang (
ITMG) turun Rp 550 ke Rp 35.000, United Tractors (
UNTR) turun Rp 400 ke Rp 17.250, Astra International (
ASII) turun Rp 250 ke Rp 42.500.
Penguatan IHSG terjadi di tengah penutupan bursa Asia yang didominasi koreksi. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 108,59 poin (1,1%) ke level 9.603,24, indeks Hang Seng di Hong Kong turun 25,15 poin (0,13%) ke level 19.471,80 dan indeks Kospi di Seoul turun 0,7% ke 1.630,4. Hanya indeks komposit Shanghai yang ditutup naik 0.1% di 2.571.42, setelah merosot 3.3% pada tiga sesi sebelumnya. Demikian pula indeks Strait Times yang naik 0,62% ke 2.732,31. [mdr]