INILAH.COM, Jakarta - Sukses digelar pada 2007, tahun ini Pesta Blogger (PB) kembali hadir. Sebagai ajang temu nasional blogger terbesar di Indonesia, ajang PB akan memperlihatkan komunitas ini dapat memainkan peran konstruktif di masyarakat.
"Kami ingin membangun knowledge-based society ," ujar Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh beberapa saat lalu. Menurut Nuh, untuk mencapai hal tersebut, tentunya membutuhkan sebuah masyarakat yang melek informasi atau information-based society.
Hal ini diwujudkan dengan sebuah kreatifitas yang bisa diperoleh dengan nge-blog. Puncak acara PB 2008 akan diselenggarakan di Gedung BPPT Jakarta pada 22 November 2008 mendatang.
Blog yang tadinya berasal dari kata web log merupakan sebuah website. Biasanya dimiliki oleh perseorangan dengan konten berupa komentar, deskripsi sebuah event, maupun materi lainnya seperti grafis atau video. Konten blog umumnya di-posting secara teratur oleh pemiliknya.
Di Indonesia hingga saat ini tercatat 300 ribu blogger atau pemilik blog. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 150 ribu. Hal ini menunjukkan pertumbuhan blog yang sangat pesat di Tanah Air.
Ajang seperti PB digelar sebagai sebuah forum alternatif bagi para blogger di Indonesia untuk bertemu secara langsung. Selain itu juga saling bertukar informasi dan memperluas jaringan.
"Tahun ini tema PB adalah blogging for society atau nge-blog untuk masyarakat," kata Wicaksono selaku ketua panitia PB 2008. Tema ini berdasarkan banyaknya aktivitas sosial para blogger dan komunitasnya. Mereka ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya.
PB pertama kali diselenggarakan pada 2007 dengan tema The New Voice of Indonesia . Sebanyak 500 blogger, serta peminat dan pengamat blog dari seluruh Indonesia menghadiri acara ini.
Panitia penyelenggara telah siap mengantisipasi jumlah peserta hingga dua kali lipat tahun ini. Pengeluaran dana yang melebihi Rp 100 juta pun diyakini akan meningkat.
Blog di Tanah Air memang sedang menjadi sebuah tren baru. Banyak yang memanfaatkan blog sebagai wadah yang berkonsep kebebasan berekspresi. Para blogger memang bebas menuangkan apa saja. Namun bukan berarti mereka bisa menulis seenaknya.
"Saya yakin blogger Indonesia mengerti konten yang bagaimana yang layak muat," lanjut Menkominfo. Sebab itulah Depkominfo menjamin tidak akan memenjarakan blogger Indonesia sepanjang tulisan di blog memenuhi kaidah dan aturan berlaku. Serta tetap mengacu pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nuh mendukung kebebasan berekspresi sebagai bagian dari kreativitas. Hal ini pulalah yang menyebabkan Kedutaan Besar AS mengajukan diri sebagai sponsor PB 2008. Dubes AS Cameron R Hume mengatakan pemerintah AS memberi dukungan bagi terwujudnya kebebasan berpendapat di Indonesia.
"Saya masih yakin blogger Indonesia mengerti dan tidak bertujuan melukai sesama," kata Cameron. PB tahun ini juga mendapat dukungan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan beberapa rangkaian aktivitas. Sebanyak 5 orang blogger dari AS, Australia, Cina-Hong Kong, Singapura, dan Malysia diundang ke Indonesia.
Mereka akan diajak mengunjungi tempat wisata atau situs-situs penting di Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Mereka diharapkan menulis kesan dan pesan di blog masing-masing sehingga akan menarik minat turis asing. Tentunya akan berdampak terhadap program Visit Indonesia Year (VIY) 2008.
"Kemudian mereka akan kami undang ke acara puncak PB 2008," Wicaksono kembali melanjutkan. Menkominfo sangat berharap dengan adanya PB dan tren blogging ini, masyarakat bisa membangun jejaring untuk saling berbagi. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !