INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) percaya diri mengusung delapan nominator calon presiden menjelang pemilu 2009. Namun keinginan mengusung calon presiden dari internal pada pilpres Juli 2009 bisa terwujud jika PKS melakukan koalisi dengan partai kecil.
"PKS tidak akan bisa mengusung capres dari partainya sendiri jika berkoalisi dengan
partai besar. Jika ingin memiliki capres dari partai sendiri pilih berkoalisi dengan
partai kecil," kata pengamat politik Universitas Paramadina Yudi Latief kepada INILAH.COM, Minggu (26/10).
Yudi menambahkan, apa yang dilakukan PKS mengumumkan delapan nominator jauh sebelum pemilihan legislatif adalah hal yang sah-sah saja dan itu sebagai realitas politis. Namun begitu, Yudi menilai beberapa nama yang ditetapkan tidak cukup dikenal publik.
"Hanya Hidayat, selain itu tidak ada dan hanya terbatas masih pada posisi wakil presiden," ungkapnya.
PKS telah mengumumkan 8 nominator calon presiden yang kesemuanya laki-laki, yakni Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Komisi X Irwan Prayitno, Ketua Majelis Pertimbangan PKS Suharna Surapranata, Ketua DPP Ekuin dan Teknologi PKS Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.
Nama-nama nominator, menurut Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin, diputuskan berdasarkan hasil sidang pleno Majelis Syura PKS ke-10. Sementara untuk memutuskan pemilihan capres akan dibentuk komisi ad hoc bernama Komisi Pilpres dan Capres. Namun, penetapan capres baru akan ditentukan setelah Pemilu Legislatif.[Nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !