INILAH.COM, Jakarta - Situs Depkominfo telah di-crack oleh pihak yang mengaku pendukung terpidana mati Amrozi Cs. Namun, Depkominfo tetap tenang dan menyambut baik ulah jahil penggemar telematika itu.
"Untuk situs Depkominfo utama tidak ada masalah, karena hanya dalam hitungan detik, hack di situs utama sudah bisa diatasi," kata Kepala Pusat Data Depkominfo Ari Santoso kepada INILAH.COM Senin (27/10).
Ari menjelaskan, situs yang dijahili adalah beberapa alamat sub domain yang saat ini sudah diatasi dan kembali berjalan normal.
Diakuinya, sistem pada jaringan situs Depkominfo memang masih memiliki celah yang berpotensi bisa dimasuki oleh para cracker ini merupakan bawaan software-nya. Namun, orang-orang yang melakukan cracking ini dianggap hanya ingin mengaktualisasikan diri dengan menggunakan keahliannya. "Memang tidak ada sistem jaringan internet yang 100% aman," cetusnya.
Sistem ini sebenarnya sudah melakukan perbaikan besar-besaran sejak April lalu, yang di-crack oleh pihak tertentu. Namun dia tidak ingin sesumbar kalau sistem yang terbaru tidak bisa ditembus lagi oleh para cracker.
"Kami juga megadakan lomba bagi para penggiat telematika yang ingin mengaktualisasikan diri. Ini juga memberikan wadah, bagaimana kami memberi wadah pada penggiat telematika ini," ujarnya.
Menurut pengamatan INILAH.COM, sejak Sabtu (26/10) hingga Senin (27/10) dinihari, pada halaman depan situs dengan alamat http://bppi.Depkominfo.go.id di-block. Laman itu diisi surat pernyataan berisi delapan poin sikap atas akan dieksekusinya ketiga terpidana mati Bom Bali I Mukhlas, Imam Samudra, dan Amrozi.
Pernyataan itu mengancam akan membunuh sejumlah pihak yang dianggap bertanggungjawab dalam keputusan eksekusi Amrozi Cs. Di antaranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menkum HAM Andi Mattalatta, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji.[R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !