INILAH.COM, Jakarta - Pengumuman 8 nominasi capres PKS dinilai sudah ketinggalan zaman. Nama-nama yang disodorkan pun hanya Ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang paling laku dijual. Dia pun hanya mendapat posisi kosong.
"Saya rasa sudah telat dibanding yang lain yang lebih dulu," kata Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (27/10).
Selain untuk mengincar kursi presiden, rekomendasi itu dinilai Ray Rangkuti hanya akan mendapatkan posisi wakil presiden dalam Pilpres 2009. Di antara 8 nama tersebut, yang populer di masyarakat adalah Presiden PKS ke-2 Hidayat Nur Wahid. Namun posisi Hidayat bukan posisi yang menentukan, melainkan pilihan.
"Sayangnya Hidayat bukan posisi menentukan, tapi posisi kosong. Jika Mega mengambil JK jadi cawapres, maka SBY akan mengambil Hidayat. Jika SBY mengambil JK sebagai cawapres, ya Megawati yang mengambil Hidayat," jelas dia.
Berdasarkan Musyawarah Majelis Syuro ke-10 PKS, terpilih delapan kader PKS yang menjadi nominator capres. Mereka adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Komisi X Irwan Prayitno, Ketua Majelis Pertimbangan PKS Suharna Surapranata, Ketua DPP Ekuin dan Teknologi PKS Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat.[L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !