INILAH.COM, Jakarta - Rencana pemusnahan 12 truk produk makanan yang mengandung susu China yang bermelamin, batal dilakukan Menkes Siti Fadilah Supari. Tidak ada penjelasan resmi alasan pemusnahan tersebut.
Seharusnya pemusnahan yang dilakukan di halaman kantor BPOM, (27/10) dilakukan secara simbolis oleh Menkes dengan membakar dua drum makanan bermelamin yang telah disiapkan.
Ada total 15 produk yang disita BPOM sejak 18 September - 24 Oktober dari distributor dan pengecer di wilayah Jakarta. 14 Produk positif mengandung melamin, dengan kadar 945,86 Mg/Kg dengan total 478.256 bungkus yang diletakkan dalam 12 truk. Sedangkan satu produk lagi masih diuji kembali.
Namun Menkes yang tiba sekitar pukul 11.30 WIB, tidak menuju lokasi pemusnahan. "Saya mohon maaf. Belum ada izin dari pihak yang lebih tinggi. Tapi kita akan tetap memusnahkan," ujar Menkes.
Menkes melanjutkan, "Ada beberapa pertimbangan yang tidak bisa dikatakan, bahwa proses pemusnahan bahan makanan yang menangndung melamin dari china tidak bisa disiarkan atau diekspose."
Menkes menjamin, BPOM akan secara periodik terus mengawasi dan melacak makanan-makanan yang mengandung zat berbahaya.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !