INILAH.COM, Jakarta PDIP menganggap deklarasi delapan nominator capres PKS bukanlah sesuatu hal yang perlu dianggap istimewa. Delapan tokoh yang diusung itupun tidak membuat PDIP gentar.
"Biasa saja capres-capres yang diajukan itu," kata Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo kepada INILAH.COM, di gedung DPR, Senin (27/10).
Di antara kedelapan nama itu, hanya Hidayat Nur Wahid yang menurutnya paling populer. Namun, secara pribadi ia menilai, semua nama itu tidak ada yang luar biasa, walaupun PKS akan melakukan hal-hal yang luar biasa.
"Itu sebatas launching nama saja, sebagai suatu ekspose. Tapi nanti kan fakta yang akan menunjukkan. Masyarakatlah yang memilih," tegasnya.
Walaupun begitu, Ganjar menilai, PKS telah melakukan langkah yang berani dengan menyodorkan knama-nama kandidat tersebut kepada masyarakat. "PKS ingin menunjukkan, ini loh jualan yang kita punya. Yang nggak punya partai saja berani mendeklarasikan. Ini prestige partai," tandasnya.
Kedelapan kader PKS yang menjadi nominator capres itu adalah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Dubes RI untuk Saudi Arabia Salim Segaff Al Jufri, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Komisi X Irwan Prayitno, Ketua Majelis Pertimbangan PKS Suharna Surapranata, Ketua DPP Ekuin dan Teknologi PKS Sohibul Iman, dan Surahman Hidayat. [R2]