INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini sebenarnya sudah siap untuk melaksanakan kebijakan auto rejection demi mencegah terjadinya volatilitas di pasar saham.
"Mengenai auto rejection, secara sistem atau secara teknis sudah bisa dilaksanakan, tapi implementasinya tunggu saja," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah.
Erry juga menjelaskan bahwa BEI sudah melakukan ujicoba pelaksanaan auto rejection pada Sabtu (25/10), meski ujicoba itu untuk mengetahui kesiapan secara teknisnya.
Sementara untuk pelaksanaan dalam perdagangan saham, BEI memutuskan belum melakukannya karena masih melihat perkembangan yang terjadi.
Namun, Erry tidak menjelaskan secara rinci mengenai batasan atas dan bawah untuk kebijakan auto rejection itu.
Sementara itu, pada perdagangan akhir pekan lalu, tercatat 52 saham terkena auto rejection sehingga penurunan indeks harga saham gabungan tertahan sebesar 62 poin.
Untuk hari ini, auto rejection juga berperan dalam menahan indeks jatuh sebesar 82 poin pada sesi pertama perdagangan.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !