INILAH.COM, Jakarta - Penurunan Indeks saham dunia, termasuk Indonesia lebih disebabkan karena dunia tengah mengalami kekeringan likuiditas saat ini.
Menurut Vice President Head Tresury and Private Client Center BNI Sekuritas, Muhamad Fendy Susianto, beberapa portofolio investasi saat ini dicairkan untuk mendukung restrukturisasi dan konsolidasi perusahaan-perusahaan besar dunia yang berasal dari AS. "Jadi saat ini tejadi kebutuhan dana cash yang cukup besar sehingga menimbulkan kepanikan di bursa dunia, termasuk Indonesia," ujarnya di Jakarta, Senin (27/10).
Menurutnya, penyelesaian dalam mengatasi kekurangan likuiditas ini sangat tergantung pada fundamental ekonomi masing-masing negara. Indonesia sendiri, sebetulnya memiliki fundamental ekonomi yang baik dan tidak bermasalah. Kekeringan likuiditas ini juga yang mendorong orang memburu dolar AS sehingga rupiah ikut terperosok.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !