INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa (28/10) diperkirakan masih mengalami tekanan jual tinggi. Namun investor masih bisa mengoleksi saham anti krisis dan saham tender offer (TO), seperti ISAT, BNII dan SMGR.
Analis Citi Pacific Hendri Efendi mengatakan, saat ini hanya sedikit saham yang bisa digunakan untuk trading. Adanya tekanan jual yang tinggi serta nilai tukar rupiah yang sudah berada di di level 11 ribu masih menjadi momok bagi pergerakan saham.
"Ada isu besar bahwa likuiditas jangka pendek mulai ketat lagi, sehingga investor masih akan terus menjual sahamnya karena terdesak," papar Hendri, kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut Hendri mengatakan, bagi investor yang mau bermain di saham, ada baiknya melihat sentimen jangka pendek, terutama sektor yang mempunyai ciri-ciri anti krisis. Seperti tidak banyak utang, deleverage tinggi dan anti likuidasi.
Pasalnya, semua negara kini mengarah ke krisis ekonomi. Akibatnya bisa berdampak kepada perusahaan terutama masalah refinancing risk atau resiko pembayaran utang.
Menurutnya, emiten yang masuk dalam kategori itu adalah sektor infrastruktur dan semen. Kedua sektor itu dianggap mampu mendukung proyek infrastruktur, yang pasti akan disupport pemerintah dan tidak dibiarkan mengalami kesulitan.
Pemerintah yang saat ini sedang mengalami kisruh di ekonomi, menganggap kedua sektor ini bisa menjadi mesin pertumbuhan untuk jangka panjang. "Ini sama saja dengan Perancis yang kini lebih fokus pada sektor otomotif dan perbankan," tambahnya.
Hendri pun merekomendasi saham PT Semen Gresik (SMGR). Ia menilai, fundamental perseroan cukup kokoh, selain tidak banyak mempunyai utang, ada cash flow yang kuat dan tidak ada kemungkinan dilikuidasi.
Sedangkan untuk jangka pendek, Hendri menyarankan investor untuk mulai masuk ke emiten yang akan melakukan tender offer. "Saham PT Indosat (ISAT) bisa menjadi salah satu emiten menarik dilihat dari sisi tender offer," timpalnya.
Ekspektasi ISAT meningkat karena pemerintah mengijinkan Qtel (Qatar Telecomunication) membeli 65% saham ISAT dari sebelumnya hanya 45%. Ini berarti, harga tender offer-nya akan lebih tinggi.
Pasalnya, harga beli Qtel ke STT adalah Rp 7 ribuan per lembar saham, sedangkan saat ini ISAT sudah anjlok ke level Rp 4.750. "Masih ada ruang untuk kenaikan jangka pendek, dengan selisih antara Rp 4.750 ke Rp 7.000," ulasnya.
Selain itu, saham PT Bank International Indonesia (BNII) pun masih bisa dikoleksi, terkait tender offer yang dilakukan pihak Maybank. Dengan harga tender offer di Rp 510, maka BNII yang kini berada di level Rp 410 mempunyai peluang untuk naik lagi pada perdagangan hari ini.
Tapi kalau hari ini ternyata turun, lanjutnya, itu menurutnya hanya karena sentimen pasar. Investor pun bisa melakukan pembelian saat itu. "Lebih baik penurunan harga digunakan untuk pembelian," katanya.
Perdagangan saham di seluruh lantai bursa mencatat transaksi 19.205 kali, pada volume 1,632 miliar unit saham, senilai Rp 1,161 triliun. Hanya 14 saham yang naik, 162 saham turun dan 19 saham stagnan.
Sedangkan saham-saham yang anjlok antara lain PT Astra International (ASII) yang melorot Rp 900 menjadi Rp 8.100, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 800 menjadi Rp 7.300, PT Astra Agro Lestari (AALI) ambles Rp 550 menjadi Rp 5.100, serta PT Telkom (TLKM) melorot Rp 550 menjadi Rp 5.350.
Demikian pula saham PT Bukit Asam (PTBA) juga turun Rp 450 menjadi Rp 4.150. PT Gudang Garam (GGRM) juga merosot Rp 450 menjadi Rp 4.050, PT Unilever (UNVR) rontok Rp 400 menjadi Rp 6.850, dan PT Indocement (INTP) anjlok Rp 400 menjadi Rp 3.650.
Demikian pula saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 325 menjadi Rp 2.950, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 130 menjadi Rp 1.220 dan PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 90 menjadi Rp 850.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, PT Indosat (ISAT) naik Rp 450 menjadi Rp 5.000, PT Apexindo Pratama Duta (APEX) naik Rp 50 menjadi Rp 2.200, PT Dynaplast (DYNA) naik Rp 50 menjadi Rp 570 dan Trada Maritime (TRAM) menguat Rp 34 menjadi Rp 159. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !