INILAH.COM, Jakarta - Tekanan jual kembali mewarnai perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa ini (28/10) yang mengirim indeks ke zona negatif di level 1.111,5.
Kecemasan terhadap masa depan ekonomi global dan ancaman terjadinya resesi membuat investor lebih memilih melepas kepemilikan mereka.
Sentimen negatif dari kejatuhan indeks Dow Jones sebesar 203 poin dan pelemahan harga minyak mentah dunia menjadi US$ 63 per barel juga ikut memberikan tekanan ke lantai bursa lokal pagi ini.
IHSG hari ini dibuka melemah 54,910 poin di level 1.111,5, sementara indeks LQ45 rontok 13,970 poin di level 203,85 dan JII jatuh 9,7300 poin menjadi 170,34.
Hanya 4 saham yang menguat pagi ini, 55 saham melemah dan 5 saham lainnya stagnan.
Volume perdagangan tercatat hanya 56,9 juta lembar senilai Rp 69,322 miliar.
Sejumlah saham yang menguat pagi ini antara lain Apexindo Pratama (APEX) yang naik Rp 100 menjadi Rp 2.300, Indosat (ISAT) menguat Rp 50 menjadi Rp 5.050, International Nickel (INCO) terdongkrak Rp 50 menjadi Rp 1.230, dan Trada Maritime (TRAM) naik Rp 34 menjadi Rp 159.
Sedangkan saham-saham yang anjlok antara lain Astra Int'l (ASII) yang melorot Rp 800 menjadi Rp 7.300, Indo Tambangraya Megah (ITMG) rontok Rp 700 menjadi 6.600, Telkom (TLKM) turun Rp 500 menjadi 4.850, TB Bukit Asam (PTBA) merosot Rp 400 menjadi 3.750.
Selain itu juga Indocement (INTP) turun Rp 350 menjadi Rp 3.300, United Tractors (UNTR) melorot Rp 275 menjadi Rp 2.675, dan Bank Central Asia (BBCA) rontok Rp 200 menjadi Rp 2.000.[L2]