INILAH.COM, Jakarta - Tekanan terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi pertama perdagangan Selasa (28/10) sedikit mereda sehingga kejatuhan indeks tidak terlalu dalam.
Meredanya tekanan jual itu karena sebagian besar saham sudah oversold sehingga cukup murah untuk dikoleksi. Itu terlihat dari meningkatnya jumlah saham yang menguat, dari biasanya di bawah 10 kini sudah mencapai 24 saham, dengan 126 saham melemah dan 28 saham stagnan.
IHSG pada sesi pertama ini ditutup melorot 55,370 poin di level 1.111,04, sedangkan indeks LQ45 rontok 10,770 poin menjadi 207,05 dan JII merosot 7,4400 poin di level 172,63.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 816,689 juta lembar senilai Rp 727,314 miliar.
Sejumlah saham yang menguat antara lain Semen Gresik (SMGR) yang naik Rp 125 menjadi Rp 2.325, International Nickel (INCO) naik Rp 110 menjadi Rp 1.290, Apexindo Pratama (APEX) menguat Rp 50 menjadi Rp 2.250, Timah (TINS) terdongkrak Rp 40 menjadi Rp 950, Trada Maritime (TRAM) terangkat Rp 34 menjadi Rp 159 dan Jasa Marga (JSMR) naik Rp 30 menjadi Rp 700.
Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain Astra Int'l (ASII) yang anjlok Rp 800 menjadi Rp 7.300, Indo Tambangraya Megah (ITMG) merosot Rp 700 menjadi Rp 6.600, Unilever (UNVR) runtuh Rp 600 menjadi Rp 6.200, Astra Agro Lestari (AALI) rontok Rp 500 menjadi Rp 4.600, Indocement (INTP) ambruk Rp 350 menjadi Rp 3.300, dan Gudang Garam (GGRM) jatuh Rp 300 menjadi Rp 3.750.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !