INILAH.COM, Jakarta - Qtel dalam waktu dekat akan melakukan tender offer PT Indosat Tbk (ISAT) yang terkoordinir di Indonesia dan Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan karena sudah adanya kepastian Qtel bisa membeli 65% saham di ISAT.
"Kami dengan tulus meyakini bahwa Indosat akan menjadi perusahaan yang lebih kuat dengan satu pemegang saham memiliki lebih dari 50% saham. Hal ini akan memberikan landasan kokoh bagi penanaman modal di masa yang akan datang. Kami percaya penanaman modal Qtel didalam Indosat akan mempererat ikatan antara Qatar dan Indonesia," Chairman of the Board of Directors for Qatar Telecom (Qtel),Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani dalam siaran persnya, Selasa (28/10).
Menurutnya, Qtel juga akan tetap mengikuti prosedur tender offer, yaitu harga untuk setiap saham Seri B adalah sebesar Rp 6.416. Indonesia telah memperlihatkan potensi jangka panjang sebagai pasar dengan operasi Indosat menyumbang 17% dari penghasilan grup Qtel selama 9 bulan tahun 2008 dan mulai Q3 2008, Indonesia menjadi pasar kedua terbesar dari segi penghasilan bagi Qtel. Sementara pasar terbesar yang sumbangannya lebih besar lagi adalah Qatar.
Dengan penduduk berjumlah 230 juta orang negara dengan jumlah penduduk ke 4 terbesar di dunia dan tingkat penetrasi telepon seluler diperkirakan hanya 48%, Qtel percaya peluang pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya sangat besar.
"Sebagai bagian dari visi kami menjadi salah satu dari 20 operator besar di dunia pada tahun 2020, kami berkomitmen untuk terus memperluas operasi kami di wilayah pasar Asia Tenggara yang dinamis. Keputusan hari ini merupakan tonggak yang penting dalam perjalanan kami menuju cita-cita tersebut," ujar Sheikh.[L5]